Dampak Covid-19, Pembangunan Gedung Edutorium Muktamar Muhammadiyah Mandek
Masih merebaknya Covid-19 di Tanah Air membuat sejumlah proyek pembangunan infrastruktur terhambat, termasuk gedung Edutorium Universitas Muhammadiyah Surakarta. Padahal pada Februari lalu, progres pembangunan telah mencapai 95 persen.
Masih merebaknya Covid-19 di Tanah Air membuat sejumlah proyek pembangunan infrastruktur terhambat, termasuk gedung Edutorium Universitas Muhammadiyah Surakarta. Padahal pada Februari lalu, progres pembangunan telah mencapai 95 persen.
Sebagaimana diketahui, gedung Edutorium yang dibangun dengan anggaran lebih dari Rp 280 miliar. Gedung yang ada di kompleks UMS, Sukoharjo tersebut, menurut rencana akan digunakan untuk pembukaan Muktamar Muhammadiyah ke-48, 1-5 Juli 2020 mendatang. Namun akibat pandemi Covid-19, pelaksanaan Muktamar juga ditunda menjadi 24-27 Desember 2020.
Sekretaris Umum Muktamar Muhammadiyah ke-48, Bambang Sukoco tak menampik jika pembangunan Edutorium tersebut terhambat virus corona. Adanya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) membuat pengadaan bahan baku tak bisa dilakukan.
"Dampak pandemi Covid-19 ini tidak hanya membuat acara Muktamar Muhammadiyah ditunda, tetapi juga menghentikan proyek gedung Edutorium UMS. Tapi Insya Allah Desember nanti bisa selesai," ujar Bambang, Jumat (8/5)
Menurut Bambang, sesuai kesepakatan PP Muhammadiyah, Muktamar disepakati diadakan tanggal 24 Desember. Sehingga pembangunan Edutorium UMS harus selesai sebelum pelaksanaan Muktamar Muhammadiyah.
"Meskipun diundur sejumlah persiapan terus dilakukan demi kelancaran Muktamar. Pendaftaran peserta saat ini masih berlangsung secara online," ungkap dia.
Rektor UMS Prof Sofyan Anif menjelaskan, gedung Edutorium diperkirakan bisa menampung 10-12 ribu orang. Jika dimaksimalkan hingga bagian luar, lanjut dia bisa menampung 20 ribu orang. Atau hampir sama dengan kapasitas yang dimiliki Stadion Manahan. Menurut Sofyan, rencana awalnya, pembukaan muktamar akan dilakukan di Stadion Manahan. Namun karena stadion tersebut akan digunakan untuk Piala Dunia U-20, pembukaan dialog.
"Ini sama persis dengan kondisi yang ada di Manahan. Perlu dikabarkan di seluruh dunia bahwa Muktamar Muhammadiyah sudah siap. Baik dari sarana prasarana, gedung maupun akomodasi," terangnya.
Baca juga:
Muhammadiyah dan KPK Kehilangan Sosok Didi Kempot
Muhammadiyah Sebut Bantuan Pemerintah Belum Bisa Keluarkan Warga dari Impitan Ekonomi
Muhammadiyah Ajak Warga Tidak Mudik, Pemerintah Juga Diminta Tegas
1.084 Pasien Covid-19 Dirawat di 35 Rumah Sakit Muhammadiyah dan Aisyiyah
Muhammadiyah Minta Warga Tak Tolak Penguburan Jenazah Positif Corona di Lingkungannya
Ketua Umum PP Muhammadiyah Minta Warga Tak Tolak Jenazah dan Pasien Positif Corona