LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Dampak abu Bromo, harga apel anjlok

Harga apel saat ini berada pada kisaran Rp 4 ribu sampai Rp 6 ribu per kilogram.

2016-01-11 16:13:19
Gunung Bromo
Advertisement

Para petani apel di Desa Gubug Klakah, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang mempercepat waktu panennya lantaran harga jual anjlok. Harga apel dalam kisaran Rp 4 ribu sampai Rp 6 ribu per kilogram.

"Harga baru turun kisaran Rp 4 ribu sampai Rp 6 ribu per kilogram," kata Suyanto, petani apel, di sela memanen di kebunnya di Desa Gubug Klakah, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Senin (11/1).

Desa Gubug Klakah yang terletak di kaki Bunung Bromo sisi barat, dikenal sebagai produsen berbagai jenis apel dan sayuran. Hasil panen didistribusikan ke Solo, Jakarta, dan Semarang.

Belakangan abu vulkanik Gunung Bromo mengguyur wilayah Gubug Klakah dan sekitarnya mengakibatkan tanaman yang mendekati masa panen terguyur abu.

"Beruntung setiap abu turun diikuti hujan. Jadi tidak terlalu berpengaruh signifikan, dampaknya tidak terlalu, tertolong oleh hujan lebat," kata Adi Jasmani, petani apel.

Tetapi untuk bunga apel akan langsung rontok jika terkena abu. Karena itu diperkirakan akan berpengaruh pada panen tiga bulan ke depan.

Secara terpisah, Ahmad KS, petani sayuran asal Desa Karangnongko, Kecamatan Poncokusumo mengatakan, selain tanaman apel, abu vulkanik juga mengancam tanaman pertanian lainnya. Abu vulkanik merusak sejumlah tanaman pertanian.

"Tunas jadi kering, otomatis tanaman tidak bisa berkembang, bahkan akan mati," ujarnya.

Kata Ahmad, di wilayahnya menjadi penopang pertanian sayuran seperti kentang, bawang daun, tomat, dan cabai.

Senesi (66), petani sayur-sayuran, mengaku tanamannya terkena dampak abu vulkanik. Ujung tanaman sedikit memerah dan agak layu. Namun dirinya yakin tidak lama lagi akan kembali pulih.

"Kalau sayuran memang terpengaruh ya. Tapi semoga segera pulih, 'Yoga lan putune nyuwun wilujeng mbah'," kata Senesi seolah berbicara dengan penguasa gunung.(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.