LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Dalam seminggu, ratusan itik di Ajibarang mati mendadak

Sebelum mati, itiknya mengalami gejala kejang, mata putih dan rabun, serta sempoyongan. Saat disentuh kelabakan.

2014-10-07 16:36:26
FLU BURUNG
Advertisement

Peternak itik yang berada di Kecamatan Ajibarang Banyumas Jawa Tengah resah lantaran selama sepekan terakhir ratusan ternaknya mati mendadak. Peternak itik di Desa Lesmana Kecamatan Ajibarang, Warman (38) mengatakan selama seminggu terakhir sebanyak 250 ekor itik yang diternaknya mati.

"Saat ini yang tersisa hanya 100 ekor saja. Bahkan, sisanya juga terserang penyakit," ucapnya, Selasa (7/10).

Akibatnya, Warman mengaku merugi hingga sekitar Rp 7,5 juta akibat serangan penyakit yang menjangkiti hewan ternaknya. Lebih lanjut, Warman menjelaskan, sebelum mati, ternaknya mengalami gejala kejang, mata putih dan rabun, serta sempoyongan. Saat disentuh, katanya, itik kelabakan dan tidak bisa berjalan normal.

"Gejalanya terjadi ketika pagi hari. Banyak yang sudah tergeletak mati. Dalam sehari bisa mencapai 30 ekor itik yang mati," katanya.

Untuk mengantisipasinya, Warman mengaku harus memisahkan antara itik yang sakit dan yang masih sehat. Itik yang sakit tersebut diletakkan di tempat yang teduh. Meski sudah, diberi obat dari dokter hewan, Warman mengaku tidak tahu penyakit yang menyerang hewan ternaknya.

"Beberapa sudah kami obati dengan obat dari dokter hewan, tapi saya memang belum tahu apa penyakitnya," jelasnya.

Serangan penyakit ini, menurutnya, berdampak pada menurunnya produktivitas telur yang dihasilkan. Ia mengemukakan, sebelum terserang penyakit, setiap hari telur yang dikirim ke pedagang mencapai 150 butir. "Namun setelah banyak yang sakit, hanya bisa mengirim telur 95 butir saja sehari," jelasnya.

Selain di Desa Lesmana, kasus serupa juga terjadi di peternakan itik yang berada di Desa Cikembulan Kecamatan Pekuncen. Para peternak itik berharap ada petugas dari dinas peternakan dan perikanan (dinnakan) segera memberikan perhatian khusus terhadap kejadian ini.

Sementara itu, hingga saat ini pihak Dinnakan Kabupaten Banyumas Jawa Tengah belum bisa dikonfirmasi mengenai kejadian ini.(mdk/hhw)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.