Dalam Enam Jam, Gunung Anak Krakatau 13 Kali Gempa
Pada Jumat (4/1) terhitung mulai pukul 00.00 - 06.00 WIB, tercatat sudah terjadi 13 kali gempa dengan amplitudo 15-22 mm dan durasi 40-110 detik.
Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda masih terus menunjukkan aktivitas vulkaniknya. Pada Jumat (4/1) terhitung mulai pukul 00.00 - 06.00 WIB, tercatat sudah terjadi 13 kali gempa dengan amplitudo 15-22 mm dan durasi 40-110 detik.
Terpantau juga adanya gempa hembusan sebanyak 5 kali dengan amplitudo 14-21 mm dan durasi 35-65 detik.
"Kondisinya kegempaan masih terekam gempa tremor untuk visualnya. Teramati tinggi asap dari 200 sampai 2000 meter," kata Deni Mardiono, Petugas Pos Pantau Gunung Anak Krakatau Wilayah Barat, Pasauran, Cinangka, Kabupaten Serang saat dikonfirmasi melalui telepon seluler, Jumat (4/1).
Angin bertiup lemah ke arah barat. Suhu udara 25-26 °C dan kelembaban udara 91-94 %. pantauan visual Gunung jelas. Asap kawah bertekanan sedang teramati berwarna putih dengan intensitas tebal dan tinggi 1000 m di atas puncak kawah.
"Asap kelabu hitam instensitas tebal, letusannya seperti itu vertikal dulu lalu menyebar ke tubuh gunung," katanya.
Ketinggian Gunung Anak Krakatau yang lahir pada tahun 1883 ini menjadi hanya 110 mdpl atau meter di atas permukaan laut dari semula 338 mdpl.
Baca juga:
Gunung Krakatau Kembali Erupsi, Kolom Abu Mencapai 2000 Meter
Retakan Baru Gunung Anak Krakatau, BMKG Minta Masyarakat Tetap Waspada
Update Gunung Anak Krakatau, Dinding Terbelah dan Menyusut
Gunung Anak Krakatau Alami 60 Kali Gempa Letusan
BMKG Benarkan Ada Retakan Baru Di Anak Krakatau, Aktivitas Erupsi Menurun
BMKG Pasang Sensor Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau di Pulau Sebesi