LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Da'i Bachtiar: Polri disarankan proaktif menyikapi 'Obor Rakyat'

"Polri tidak perlu ragu untuk bersikap proaktif ketika mengetahui dari informasi publik dan menjadi keresahan."

2014-06-14 12:10:48
Obor Rakyat
Advertisement

Kontroversi yang muncul terkait beredarnya Tabloid Obor Rakyat yang diduga sebagai bagian dari kampanye hitam terhadap pasangan Jokowi - JK seharusnya mendapat perhatian khusus dari Polri.  Hal itu diungkapkan oleh Tim Khusus Pemenangan Jokowi - JK, Jendereal (Purn) Da’i Bachtiar dalam perbincangan didampingi anggota Timses lainnya Fahmi Habcy di Jakarta Sabtu (14/6).

"Menyangkut pencemaran nama baik, fitnah memang  dikategorikan delik aduan harus ada yang melaporkan. Tapi Polri tidak perlu ragu untuk bersikap proaktif ketika mengetahui dari informasi publik dan menjadi keresahan dan beredar luas di masyarakat . Apalagi dengan alamat dan penanggung jawab redaksi yang sengaja dikaburkan. Ketenangan publik dan masyarakat dalam pilpres harus menjadi prioritas," kata Da’i Bachtiar.

Da’i, menjelaskan, Polri pasti sudah mendapatkan dan mempelajari dari cetakan-cetakan Tabloid Obor yang beredar itu, dan dapat memilah-milah sekian banyak artikel di Tabloid Obor tersebut yang mana berkategori delik aduan ataupun delik murni. 

"Bagaimana isi dan kontennya, motif, izin perusahaan penerbitan pers ada apa tidak, sehingga  dapat ditemukan, apakah termasuk katageori pelanggaran hukum di luar delik aduan atau tidak," tegas Mantan Kapolri tersebut.

Lebih lanjut, Da'i juga  mendukung dan yakin sepenuhnya langkah dan profesionalisme Polri untuk mengusut kasus Tabloid Obor ini. Ia mengharapkan ke depan kasus Tabloid Obor ini catatan hitam Pilpres 2014 agar pilpres dan demokrasi Indonesia dimasa datang tidak lagi dikotori dengan cara  yang jauh dari nilai-nilai suci jurnalisme.

"Pers dan media adalah tiang dan pengawal demokrasi maka janganlah tiang ini dirobohkan sendiri dan harus tetap dijaga oleh segenap kawan-kawan jurnalis," tandasnya.

Sedangkan untuk menjawab pertanyaan dan black campaign bersifat SARA tentang Jokowi - JK yang sudah beredar luas di publik, Tim Khusus Pemenangan Jokowi JK atau yang dikenal Tim Nara akan meluncurkan lagu dan video klip dangdut  "Joint Jokowi" berbagai versi bahasa daerah.

"Besok Minggu (15/6) pagi di HI kita senam dan goyang Jokowi. Filusuf Konfusius berujar gambar adalah puluhan ribu kata-kata. Racun kan harus dibuat serumnya," ujar anggota timses lainnya, Fahmi Habcy dalam keterangannya.(mdk/war)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.