LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Dahlan Rais: Dakwah itu memerlukan kekuasaan

Muhammadiyah dinilai tidak boleh menutup diri dari kekuasaan atau kader parpol yang ingin terlibat di kepengurusan.

2015-08-04 09:20:00
Muktamar Muhammadiyah
Advertisement

Kandidat Ketua Umum Muhammadiyah Dahlan Rais menolak usul pucuk pimpinan boleh merangkap jabatan di partai politik. Hal itu dinilainya tidak sesuai dengan amanat Kiai Ahmad Dahlan.

"Kita merujuk pada pesan pendiri, Kiai Ahmad Dahlan. Jangan mendua atau 'berpoligami'," kata Dahlan Rais di Universitas Muhammadiyah Makassar.

Namun, dia menyatakan hubungan Muhammadiyah dengan partai politik tidak boleh terputus. Sebab, keduanya saling membutuhkan untuk mewujudkan tujuannya.

"(Menabukan hubungan) itu tidak boleh. Dakwah itu memerlukan kekuasaan. Jika dakwah itu sesuai kekuasaan akan ada proses akselerasi jika ada jarak akan ada masalah," terang dia.

Berikut petikan wawancara Efendi Ari Wibowo dan Muhammad Hasits dari merdeka.com, Senin (3/8):

Bagaimana pandangan Anda soal ketua umum PP Muhammadiyah boleh merangkap jabatan di partai politik?

Kita merujuk pada pesan pendiri, Kiai Ahmad Dahlan. Jangan mendua atau berpoligami. Jadi ketua Muhammadiyah itu amanah yang berat.

Apa kelemahan Muhammadiyah saat ini dan gagasan Anda ke depan?

Ada cerita, saat saya memimpin Muhammadiyah di Jawa Tengah. Anggota DPRD tanya ke saya, kok teman-teman Muhammadiyah ini telmi (telat mikir soal politik).

Memang dunia dakwah dan politik ini berbeda, makanya jika mereka berpindah dari dakwah ke politik akan tergagap-gagap. (Ini memperlihatkan) satu sisi Muhammadiyah nampak menabukan politik, tetapi saat proses berjalan kok menuntut.

Saya mengajukan tiga hal. Satu, setiap pileg kader dikumpulkan dan dilepas dengan doa. Itu kader dari partai manapun. Kedua diberi bekal, andai mau seperti itu akan luar biasa.

Ketiga, pendidikan, pelatihan-pelatihan. Kita kan punya banyak pelatihan dan pelatihan politik sekarang kita belum punya.

Bagaimana Anda memandang hubungan Muhammadiyah dengan partai politik?

(Menabukan hubungan) itu tidak boleh. Dakwah itu memerlukan kekuasaan. Jika dakwah itu sesuai kekuasaan akan ada proses akselerasi jika ada jarak akan ada masalah.

Hubungan itu saling membutuhkan, kenapa tidak memandang realitas itu. Saya kira harus (mendukung kader di partai politik). Kan nanti akan memetik sendiri.

Muktamar Muhammadiyah kelihatannya adem ayem, apa tidak ada persaingan antar calon?

Kalau persaingan itu ada. Tapi itu bisa dikelola dengan baik sehingga yang terjadi tetap dalam konteks persahabatan dan persaudaraan.

Menarik melihat pertemuan alumni Pemuda Muhammadiyah, walau saya tidak sampai selesai. (Kelihatan) seolah mereka (kandidat) menunjukkan aku lah yang pantas.

Baca juga:
'Di Muhammadiyah kita mengabdi, terpilih atau tidak sama saja'
Ini realisasi program monumental dan strategis Muhammadiyah
Cerita sarung dan jas Jokowi di Muktamar NU dan Muhammadiyah
Din ajak muktamirin tak teriak-teriak di Muktamar Muhammadiyah
Adu kuat 3 kandidat teratas calon ketua umum PP Muhammadiyah

(mdk/bal)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.