Curi peralatan bengkel aluminium, pria dihajar warga di Semarang
Pria tersebut sempat kabur, tapi berhasil ditangkap warga.
Seorang pria diduga pelaku pencurian babak belur dihajar massa di Jalan Suyudono, Kelurahan Bulustalan, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang, Jawa Tengah, siang tadi. Pria yang belum diketahui identitasnya itu dihajar setelah kepergok mencuri peralatan bengkel. Dia mengalami luka parah terutama pada bagian wajahnya.
Pria itu mencuri peralatan bengkel di bengkel las 'Prima Aluminium' Jalan Suyodono 93, Kelurahan Bulustalan, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang. Peristiwa itu terjadi kurang lebih pukul 12.00 WIB.
Pria itu sempat berusaha kabur, sesaat setelah berhasil mendapatkan apa yang ia curi. Namun apes, banyaknya warga yang melihat kemudian mengejar hingga akhirnya tertangkap.
AR (26), saksi mata di lokasi mengatakan, saat kejadian kondisi jalanan ramai. "Saat itu ada salah satu warga yang berteriak maling. Mendengar teriakan itu, sebagian warga yang berada di sekitar berusaha mengejar. Dia (pelaku) sempat memasuki gang di sebelah bengkel. Lalu, berlari menuju warteg yang terletak di depannya," ujarnya saat dikonfirmasi di tempat kerjanya, Kamis (4/2).
Menurutnya, saking banyaknya warga yang memukul, wajah pelaku tak bisa dikenali. Saat terjadi pemukulan, sambung AR, ada yang menggunakan balok kayu. Pelaku yang diperkirakan berumur tiga puluhan itu mengeluarkan banyak darah.
"Orangnya agak gemuk, gendut dia, berambut gondrong, dan umurnya kurang lebih 30an. Yang dicuri itu saya tahu wujud alatnya tapi tidak tahu namanya, yang jelas bukan genset. Setelah tertangkap dan dipukuli massa, jalan di sini mendadak ramai, bahkan macet. Setiap orang melintas berhenti dan penasaran ingin melihat," tambah AR.
Polisi kemudian datang ke lokasi kejadian untuk mengamankan pelaku dari amukan massa. Namun, AR tak mengetahui pelaku tersebut akan dibawa ke mana.
"Yang jelas tadi sudah ada polisi yang datang, cuma tidak tahu itu dari Polsek atau Polres," terangnya.
Sementara itu, karyawan bengkel las tak tahu menahu, perihal peristiwa pencurian tersebut.
"Aku mau pas jek lautan mas, dadi rak reti, mung krungu-krungu toq nek enek maling (saya tadi lagi istirahat makan siang mas, cuma dengar saja kalau ada pencuri. Seng reti koncoku sijine, ijek metu, mungking neng kantor polisi diperikso polisi (yang tahu teman saya satunya, sekarang lagi keluar, mungkin ikut ke kantor polisi masih dimintai keterangan)," pungkasnya pendek.
Saat ini kasus dihajarnya pelaku pencurian itu masih ditangani oleh petugas Unit Reskrim Polrestabes Semarang, Jawa Tengah.(mdk/lia)