Curi parfum di Bandara Ngurah Rai, 5 remaja asal Arab dibekuk polisi
Curi parfum di Bandara Ngurah Rai, 5 remaja asal Arab dibekuk polisi. Kelima remaja asal Arab ini digiring ke Polsek KP3 Udara setelah tertangkap kamera pemantau mencuri parfum merk carolina herrera 212 seharga Rp 1,2 juta.
Seorang wanita dan empat pria warga Arab, berurusan dengan polisi di bandara Ngurah rai, saat akan meninggalkan Bali untuk pergi ke daerah lain di Indonesia, Selasa (21/2). Kelima remaja asal Arab ini digiring ke Polsek KP3 Udara setelah tertangkap kamera pemantau mencuri parfum merk carolina herrera 212 seharga Rp 1,2 juta.
Sumber Merdeka.com di Bandara Ngurah Rai menyebutkan, kelima orang warga Arab ini awalnya masuk Duty Free lantai II Terminal Domestik menuju ke sebuah toko kosmetik. Di tempat ini, seperti terencana mereka mencoba dan menawar sejumlah parfum yang dipajang.
Mereka adalah, Al Shahrani alias Saud Saeed F (22), Al Jaradah alias Muqahhis Mohammed O (22), Al Rubayyi Talal Saeed S (25), Al Rasasimah Abdulrahman Mohammed B (25) dan Al Shahrani Ali Fayes F (25). Dari rekaman CCTV, terlihat tersangka Alshahrani bersama empat rekan mencoba beberapa parfum yang ada di toko tersebut.
Dalam rekaman terlihat Alshahrani mengambil parfum dengan menggunakan tangan kanannya dan menyerahkan kepada tersangka Al Jarada.
"Parfum itu dimasukkan ke saku jaketnya dan mereka berlima pergi meninggalkan toko menuju gate 6 terminal domestik," ungkap sumber ini.
Setelah beberapa menit kemudian, dua karyawan toko masing-masing Parsiyo dan Siti Dewi Husnul baru menyadari hilangnya parfum itu. Selanjutnya, pegawai toko itu melaporkan ke petugas keamanan seputaran terminal dengan menduga menyebut kelima warga Arab tersebut.
Melalui rekaman CCTV juga, terlacak keberadaan kelima remaja asal Arab ini. "Saat diamankan mereka masih santai di gate 6. Kita langsung amankan setelah melihat benar menyimpan barang bukti yang dilaporkan. Mereka diserahkan ke polisi KP3 Udara," urainya.
Sementara itu, Kapolsek KP3 Udara Bandara Ngurah Rai, Kompol Krisna saat dihubungi hanya membenarkan adanya kejadian tersebut. Pihaknya enggan untuk merinci motif dari pencurian yang dilakukan kelima remaja asal Arab tersebut serta mau tujuan kemana setelah dari Bali.
"Iya. Benar ada kasusnya. Masih sedang kita proses," singkatnya.
Baca juga:
Kerap lolos dari polisi, Iqbal menyerah di tangan Tim Anti Bandit
Curi gabah, 3 siswa SMP di Klaten dicukur gundul
Warga Gampong bekuk Sindikat pencuri kambing gunakan racun babi
Komplotan spesialis pencurian rumah kosong di Jakarta dibekuk
Begini modus pencuri spesialis rumah kosong bidik korbannya
Satroni rumah pegawai Dinsos, pencuri gasak keyboard dan TV
Sapi seharga 20 juta dijagal di sawah, tinggal tulang dan kepala