LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Curhat pedagang oleh-oleh, terpinggirkan sejak Tol Cipali beroperasi

Pedagang yang menempati tempat peristirahatan biasanya selalu diserbu pemudik saat jalur Pantura masih primadona.

2016-07-09 11:33:00
Tol Cipali
Advertisement

Sejak beroperasinya Tol Cikopo - Palimanan (Cipali) yang membentang mulai dari wilayah Cikopo Purwakarta hingga Palimanan Cirebon, membuat jalan utama pantai utara (Pantura) Jawa Barat tidak lagi menjadi primadona.

Pemudik seolah mulai melupakan jalan yang dulu menjadi jalur terpadat di pulau Jawa itu. Warga yang hendak pulang ke kampung halaman lebih memilih jalan berbayar.

Kehadiran tol Cipali memang berdampak signifikan mengurai kemacetan di wilayah Cikampek dan sepanjang jalur pantura Karawang dan Subang yang sudah terjadi puluhan tahun. Namun di sisi lain ada pula yang terkena imbas negatifnya yaitu para pedagang oleh-oleh di sepanjang jalur ruas jalan pantura.

Advertisement

Pedagang oleh-oleh yang menempati tempat peristirahatan biasanya selalu diserbu para pemudik. Tapi kini usaha mereka sepi dari pembeli. "Sekarang pemudik yang lewat pantura jarang, otomatis pembeli juga jarang," kata salah seorang pedagang, Nani saat berbincang dengan merdeka.com Sabtu (9/7).

Sudah lebih dari 10 tahun Nani menjajakan oleh-oleh di pantura Balonggandu, Kecamatan Jatisari, Karawang, Jawa Barat. Dia dan para pedagang lain mengalami penurunan omzet penjualan secara signifikan hingga di atas 50 persen.

"Kalau dulu sebelum ada jalan Tol Cipali, setiap pedagang rata-rata mendapat untung antara Rp 5-10 juta per hari. Sekarang mah setengahnya juga susah," tutur Nani.

Advertisement

Para pedagang oleh-oleh menjajakan beragam makanan seperti peuyeum (tape) Bandung, dodol garut, manisan Cianjur hingga Asinan hingga mainan tradisional anak - anak tersebut. Mereka sadar akan keberadaan mereka yang mulai tersisih oleh pembangunan. Tetapi para pedagang berharap suatu waktu jalur pantura kembali ramai serta menjadi jalur primadona lagi terutama saat arus mudik dan balik lebaran.

"Kalau kami pasrah saja ya mau bagaimana, tapi yang membuat kami khawatir kalau jualan terus sepi pedagang takut hanya satu menjadi tidak laku dan bangkrut," keluhnya.

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.