LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Curhat Calon Pengantin Terimbas PPKM, Hubungi 250 Undangan Batalkan Acara

"Karena yang dirugikan atas keputusan yang menggantung bukan hanya bagi pengantin. Namun, vendor-vendor lain pun terkena dampaknya."

2021-08-07 22:02:00
PPKM
Advertisement

Selama penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4, pemberlakuan diperpanjang sampai 9 agustus 2021. Pemerintah membatasi aktivitas masyarakat guna mencegah timbulnya kerumunan.

Perasaan kecewa dialami oleh Silfi Pradila, calon pengantin yang terpaksa mengundurkan hari besarnya tersebut. Rencananya untuk menikah 18 juli kemarin terpaksa diundur hingga 15 September sebagai upaya masyarakat mematuhi peraturan pemerintah. Ia pun sudah menyiapkan secara rencana pernikahan tersebut.

"Sudah hampir 100 persen, mungkin 90 persenan DP (Down Payment) untuk hiburan sudah diputuskan dan mungkin hangus, akhirnya harus cari lagi, Sudah DP hiasan dekorasi, Alhamdulillah bisa dilanjutkan nanti. Undangan harus dibuang dan bikin lagi, souvenir mungkin masih bisa dipakai walaupun tanggalnya nanti beda."

Advertisement

"Makanan/belanjaan ada yang busuk atau expired untungnya ada beberapa belanjaan yang belum expired bisa dikembalikan ke tokonya dan bisa diganti nanti kalau jadi resepsi, sebagian ada yang masih bisa disimpan. Beras yang sudah disiapkan jadi banyak kutu," ujarnya saat berbincang dengan merdeka.com (6/8).

Hal serupa dialami Joanna Gracia, ia mengerti mengerti keadaan seperti sulit dan jika dilaksanakan pun memiliki risiko yang sangat besar. Namun menurutnya, kebijakan pemerintah mengambil keputusan PPKM setiap 2 pekan menyulitkan mereka untuk mengambil keputusan.

"Karena yang dirugikan atas keputusan yang menggantung bukan hanya bagi pengantin. Namun, vendor-vendor lain pun terkena dampaknya."

Advertisement

Lebih parahnya, ia mengatakan 250 undangan yang sudah disebarkan terpaksa dibatalkan. Ia juga harus menghubungi tamunya satu-persatu.

Dana yang sudah ia bayar lunas terpotong sebesar 25 persen seperti gedung, katering, hingga dekorasi. Ia pun masih bingung untuk melanjutkan pestanya di tempat yang sama atau tidak.

"Karena belum tahu kapan bisa diadakan resepsinya. Walaupun reschedule di tempat yang sama tetap ada chargernya juga," ungkapnya.

Banyak Calon Pengantin Batalkan Pesta

Vendor maupun Wedding Organizer pun mengalami dampak PPKM Darurat ini. LifeMoment Organizer mengatakan selama PPKM Darurat ini merupakan masa terbanyak pengantin mengundurkan jadwal pernikahan selama pandemi berlangsung.

Pengunduran tanggal tersebut membuat wedding organizer harus mengatur kembali jadwal antara klien dan vendor dengan mencari tanggal yang paling tepat.

"Untuk mengatur ulang jadwal acara. Biasanya Lifemoment akan suggest kepada klien untuk memilih tiga option tanggal pernikahan dari klien. kemudian setelah itu ajukan ke pihak venue, kemudian ke pihak MUA yang bersifat personel, dan baru kepada vendor-vendor lainnya. Diambil tanggal yang win-win solution untuk dijalankan klien dan vendor," ujar Meity pemilik LifeMoment.

Pastinya setiap vendor dan wedding organizer mempunyai kebijakan tersendiri. Sehingga hal seperti ini tidak bisa disamaratakan.

Protokol Kesehatan Resepsi Pernikahan

Tidak hanya menerapkan program 3M yaitu memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak Life moment kerap saling mengingatkan klien hingga tamu agar tidak lalai dalam menjalankan protokol kesehatan.

"Pihak Lifemoment juga membantu memastikan penjagaan jarak saat sesi foto, dan demi kebaikan, pihak WO tidak menerima bantuan foto melalui handphone tamu," ujarnya.

Terkait dengan protokol kesehatan pada umumnya, dilakukan juga swab antigen kepada kru, pengantin dan keluarga pengantin.

Yudi, pemilik Fedora wedding organizer mengatakan dikarenakan keadaan ekonomi setiap klien berbeda, hal tersebut yang membuat tidak semua calon pengantin memberikan fasilitas seperti swab/antigen bagi kru dan keluarga.

"Tergantung request dari mempelai kalau pesta menengah ke atas biasa kru dites. Untuk pesta menengah ke bawah jarang atau tidak pernah," ujarnya kepada Merdeka, jumat (6/8).

Omzet Tidak Sama

Meity mengatakan, selama pandemi sejak 2020 ini tetap diberikan kepercayaan untuk penambahan klien. Sehingga omzet mengalami pergerakan kenaikan. Namun tak jarang juga wedding organizer lainnya yang mengalami penurunan omzet akibat pandemi ini.

Berada di bidang pencarian yang sama, Yudi, mengatakan bahwa dampak pandemi ini membuat usaha miliknya mengalami penurunan omzet mencapai 50 persen.

Meski demikian, mereka kerap memberikan promo di media sosial berupa flash sale hingga potongan paket pernikahan untuk wedding saat ini hingga 2022.

Reporter Magang: Leony Darmawan

Baca juga:
Evaluasi Epidemiolog Soal PPKM: Kapasitas Testing Tidak Terpenuhi Sebulan Terakhir
Bulog Sebut Beras Bansos Tak Layak Konsumsi di Pandeglang Ada 10 Karung
Bulog Ganti Beras Bansos Tak Layak Konsumsi Di Pandeglang
Fakta Baru Anak Kades di Malang Gelar Dangdutan saat PPKM, Begini Nasibnya Sekarang
Kematian Akibat Covid Tinggi, Garut Berlakukan Sistem Ganjil Genap
Mobilitas Warga Meningkat pada Minggu Kedua PPKM Level 4


(mdk/rhm)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.