LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Cuaca ekstrem, kapal di Surabaya tak melaut seminggu

Barang-barang sembako yang hendak dikirim terancam rusak karena terlalu lama disimpan.

2013-01-08 21:16:00
Cuaca Ekstrem
Advertisement

Perubahan cuaca yang ekstrem di Laut Jawa selama seminggu ini, membuat Syahbandar Kelas Utama Tanjung Perak Surabaya, Jawa Timur, mengeluarkan kebijakan untuk tidak memberi surat izin berlayar bagi kapal-kapal yang berada di Pelabuhan Tanjung Perak.

Bahkan, karena tak ingin membahayakan keselamatan awak kapalnya, para nakhoda kapal juga lebih memilih menyandarkan kapalnya di pelabuhan. Alasannya, cuaca ekstrem masih melanda laut di beberapa wilayah Indonesia. Hal ini tampak terlihat di Pelabuhan Kalimas, Tanjung Perak Surabaya. Puluhan kapal jasa pengangkut barang berjajar rapi di tepi pelabuhan.

Salah satu nakhoda kapal, Ramlandani mengatakan, kalau dirinya sudah seminggu ini menyandarkan kapal miliknya itu di Pelabuhan Kalimas.

"Kita memang dilarang berangkat oleh Syahbandar Tanjung Perak karena ombak laut terlalu tinggi. Kalau kita nekat berangkat juga, itu juga tidak mungkin. Kami juga khawatir kapal akan terguling dihantam ombak yang begitu besar," terangnya, Selasa (8/1).

Namun, seperti makan buah simalakama: Dimakan mati, tak dimakan mati pula. Selain mengkhawatirkan keselamatannya awak kapalnya jika tetap melaut, para nakhoda juga tak bisa berbuat banyak dengan muatan kapalnya.

Ancaman komplain pemilik barang jika barang yang angkutnya itu busuk atau tak layak pakai sebelum tiba di tempat tujuan.

"Apalagi kapal saya ini memuat buah, telur, bawang merah, bawang putih, cabai. Pokoknya barang-barang yang tidak tahan lama lah," sahut Marlani, nakhoda asal Madura, Jawa Timur.

Biasanya, lanjut dia, untuk menghindari risiko komplain barang, perusahaan pelayaran tempatnya bekerja, mengalihkan muatan ke ekspedisi lain yang memiliki kapal besar dan mampu menghadapi situasi cuaca ekstrem seperti sekarang ini.

"Tapi kali ini tidak. Perusahaan tetap meminta kapal saya mengangkut barang sampai tujuan," pungkas dia sembari terus mengeluh.(mdk/bal)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.