Cuaca buruk, Pasukan Katak gagal menyelam cari korban AirAsia
"Dari sana enggak tembus ke KRI Bung Tomo karena awan gelap dan hujan deras," kata Kapten Edi Tirtayasa.
Kondisi cuaca di Pangkalanbun, Kalimantan Tengah, memburuk pada Rabu (31/12) siang. Kondisi ini membuat tim gabungan Basarnas, TNI Angkatan Laut dan TNI Angkatan Udara menghentikan proses evakuasi penumpang pesawat AirAsia.
"Dari sana enggak tembus ke KRI Bung Tomo karena awan gelap dan hujan deras," kata Kapten Komando Pasukan Katak (Kopaska) Edi Tirtayasa, di Pangkalanbun, Kalimantan Tengah, Rabu (31/12).
Padahal menurut dia, pihaknya sudah mendekati KRI Bung Tomo yang sedang mencari penumpang pesawat Air Asia. Lokasi KRI Bung Tomo berada sekitar 100 mil dari Pangkalanbun.
"Baru sampai kurang dari 10 mil dari KRI Bung Tomo," ujarnya.
Pantauan merdeka.com, helikopter Puma milik TNI Angkatan Udara kembali dengan pasukan Kopaska. Padahal rencananya mereka ingin melakukan proses evakuasi menyelam di bawah laut.
Baca juga:
Titik jatuh QZ8501 ditemukan, CEO AirAsia datangi Pangkalanbun
Tidak ada tindakan forensik jenazah AirAsia di Pangkalanbun
Cuaca buruk, Pasukan Katak gagal menyelam cari korban AirAsia
Jokowi tunjuk Jatim jadi pusat identifikasi Korban AirAsia
Tak ada petasan tahun baru, warga diminta doakan korban AirAsia
Dua jenazah AirAsia tiba di Bandara Iskandar, Pangkalanbun