Corona Belum Mereda, RSUD dr Moewardi Solo Tambah 57 Ruang Isolasi
Untuk mengantisipasi bertambahnya pasien, RS milik Provinsi Jawa Tengah itu menambah jumlah ruang isolasi. Dari sebelumnya 54 kamar, menjadi 110 kamar. Pada awal Maret lalu rumah sakit tersebut hanya memiliki 2 ruang isolasi.
Jumlah pasien positif Corona di RSUD dr Moewardi Solo terus bertambah. Berdasarkan situs resmi corona.jatengprov.go.id jumlah pasien positif Covid-19 yang dirawat hingga pukul 18.15 sebanyak 38 orang. Jumlah tersebut berasal dari Kota Solo dan sekitarnya.
Untuk mengantisipasi bertambahnya pasien, RS milik Provinsi Jawa Tengah itu menambah jumlah ruang isolasi. Dari sebelumnya 54 kamar, menjadi 110 kamar. Pada awal Maret lalu rumah sakit tersebut hanya memiliki 2 ruang isolasi.
"Kebutuhan ruang isolasi di RSUD dr Moewardi saat ini sangat mendesak. Jumlah pasien Covid-19 terus bertambah," ujar Kepala Sub Bagian Hukum RSUD Dr Moewardi, Eko Haryati Kamis (30/4).
Menurut Eko, perluasan ruang isolasi memanfaatkan Ruang Melati I dengan jumlah tambahan 57 kamar. Pasien bayi dan anak bisa dirawat di ruangan baru tersebut. Perluasan ruang tersebut juga untuk mengantisipasi lonjakan pasien yang diperkirakan akan terjadi di bulan Mei. Apalagi status RSUD dr Moewardi sebagai rumah sakit rujukan tersier Covid-19 di Jawa Tengah.
"Tambahan 57 ruang isolasi ini mulai beroperasi Selasa kemarin," katanya.
Menurut dia, ruang isolasi tersebut dilengkapi dengan fasilitas ruang operasi, ICU, ruang bersalin, ruang perawatan bayi, anak dan dewasa, ruang hemodialisa (cuci darah) serta kamar jenazah khusus untuk pasien Covid-19.
"Ruang isolasi kami sudah sesuai standar WHO, memiliki pintu dan jalur khusus untuk pasien dan petugas yang terpisah dari pasien umum. Dilengkapi tekanan udara negatif menggunakan hepafilter untuk mencegah penyakit menyebar melalui udara atau keluar dari ruang isolasi dan menginfeksi orang lain," urainya.
Eko menambahkan, perluasan ruang isolasi tersebut tentu berdampak pada bertambahnya kebutuhan tenaga medis serta kebutuhan APD (Alat Pelindung Diri). Kelangkaan masker bedah dan masker N95 saat ini masih menjadi perhatian khusus manajemen untuk dilakukan pengajuan pengadaan.
Baca juga:
Mengintip Aktivitas Tim Medis dan Pasien Covid-19 di Wisma Atlet, Kompak Senam Bareng
Dibangun Dalam 15 Hari, RS Rujukan Covid-19 Siloam Tanjung Bunga Mulai Beroperasi
Hyundai dan Grab Sediakan IONIC Electric untuk Mobilitas Tenaga Medis selama Pandemi
Kemendag Salurkan Bantuan Alat Kesehatan ke 157 Pasar Rakyat dan 3 Rumah Sakit
Pembangunan Ruangan Pasien Covid-19 di RSA UGM Ditargetkan Selesai 27 Mei
Pasien Covid-19 Bertambah, Gubernur Sumsel Minta RS Tambah Ruang ICU