Cilacap dilanda badai dan angin kencang, puluhan rumah rusak
29 rumah yang rusak tersebut terjadi di dua dusun, yakni 18 rumah di Dusun Kroya dan tujuh rumah rusak ringan serta empat rusak berat di Dusun Karang Nangka Desa Limbangan.
Hujan disertai angin kencang melanda sebagian besar wilayah Cilacap bagian barat pada Kamis (17/11) petang. Akibatnya, puluhan rumah rusak ringan serta tujuh rusak berat dan tiga diantaranya rusak berat karena tertimpa pohon.
Kepala UPT Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap wilayah Majenang, Edi Sapto menuturkan, angin kencang melanda wilayah tersebut sekitar pukul 15.00 WIB. Angin kencang yang disertai hujan deras tersebut menyebabkan 29 rumah di Desa Limbangan Kecamatan Wanareja, Cilacap rusak.
"Kebanyakan yang rusak hanya pada bagian atapnya saja," ujarnya saat dihubungi, Kamis (17/11) malam.
Dia menjelaskan, 29 rumah yang rusak tersebut terjadi di dua dusun, yakni 18 rumah di Dusun Kroya dan tujuh rumah rusak ringan serta empat rusak berat di Dusun Karang Nangka Desa Limbangan. Angin kencang juga terjadi di Desa Pahonjean Kecamatan Majenang.
"Saat ini baru terlaporkan kejadian tersebut terjadi di tiga RT yang ada di wilayah Desa Pahonjean," ucapnya.
Dihubungi terpisah, Kepala Desa Pahonjean Suyoto menuturkan, angin kencang menyebabkan tiga rumah warga tertimpa pohon. Rumah yang rusak tersebut berada di RT07/RW02, RT01 dan RT02/RW05.
"Kondisinya saat ini rusak berat, namun tidak ada korban jiwa akibat kejadian tersebut," jelasnya.
Selain itu, kejadian serupa juga mengakibatkan satu rumah di Desa Rejodadi Kecamatan Cimanggu, Cilacap tertimpa pohon. Petugas BPBD Cilacap wilayah Majenang, Muhadi, rumah yang roboh akibat tertimpa pohon tersebut milik Casiyem (56).
"Pemilik rumah selamat karena saat rumahnya ambruk sudah berada di luar rumah," ujarnya.
Dia melaporkan, satu anak berusia delapan tahun di Desa Limbangan Kecamatan Wanareja, terluka saat rumahnya tersambar petir. Mengetahui kejadian tersebut, anak tersebut kemudian langsung dibawa ke Puskesmas oleh warga dan pemerintah Desa Limbangan.
"Saat ini, masih terus dilakukan pendataan sekaligus membantu mengevakuasi barang yang bisa diselamatkan," jelasnya.
Baca juga:
Jabar rawan banjir dan longsor, Aher perintahkan BPBD bersiaga
Jawa Barat siaga bencana sampai April 2017
Jonan janji ganti alat pemantau gunung sudah berusia puluhan tahun
Hujan guyur Banyumas, banjir dan longsor terjadi di beberapa desa
Puting beliung terjang desa di Tranggalek, Ibas sempat terjebak
Mensos: Kita butuh dukungan elemen yang passionnya pelayanan bencana