LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Cerita warga Kebumen yang kini mulai 'move on' dari peristiwa terorisme

Warga lebih memilih fokus bekerja dan menjalankan usaha pembuatan genteng dan batu bata. Karena bagi mereka bekerja jauh lebih penting.

2017-10-25 21:29:50
Radikalisme
Advertisement

Pada Mei 2013 lalu, Densus 88 Antiteror Mabes Polri pernah melaksanakan operasi penggerebekan teroris di Desa Ungaran Kecamatan Kutowinangun, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Antara polisi dan teroris sempat terjadi baku tembak dan menewaskan salah seorang teroris.

Pergerakan teroris di wilayah Kebumen mengkhawatirkan warga sekitarnya. Tak terkecuali warga di sebuah dusun yang telah lama menjadi sentra pembuatan genteng dan batu bata yaitu Dukuh Penambangan Desa Kedawung Kecamatan Pejagoan.

Salah seorang warga yang juga pengusaha genteng, H. Sujono (71) menceritakan beberapa tahun silam di dusun tetangga pernah disebut ada gerakan radikal yang berkembang dan sempat terjadi penggerebekan teroris. Ia pun kaget bahwa di sebuah dukuh tak jauh dari tempat tinggalnya ada pergerakan kelompok yang diduga mengajarkan radikalisme.

Warga setempat diceritakan Sujono sempat khawatir setelah melihat pemberitaan di televisi. Namun kemudian warga lebih memilih fokus bekerja dan menjalankan usaha pembuatan genteng dan batu bata. Karena bagi mereka bekerja jauh lebih penting.

"Dulu kaget dan enggak nyangka. Tapi warga kembali sibuk bikin genteng," ceritanya ditemui di tempat kerjanya, Rabu (25/10).

Usaha pembuatan genteng telah dilakukan warga Dukuh Penambangan sejak puluhan tahun silam. Usaha ini pun dilakukan secara turun temurun. Sekitar 80 persen penduduk Penambangan bekerja di tempat pembuatan genteng dan batu bata. Tak heran jika di kiri dan kanan sepanjang jalan memasuki dukuh ini berdiri tempat pembakaran genteng dan batu bata.

Suwarman atau Amang juga mengaku sempat khawatir terkait munculnya gerakan radikal di wilayah Kebumen apalagi pernah juga terindikasi di dukuh tetangga. "Kami mengajak warga atau karyawan enggak usah terpengaruh. Kita ingin tetap kerja dalam kondisi yang aman dan bisa kerja nyaman," jelasnya.

Amang bersama warga lainnya dibantu Bhabinkamtibmas juga sering mengingatkan anak-anak muda agar menjauhi ajaran-ajaran yang mengarah pada radikalisme. "Khawatir jelas ada tapi kami mengambil tindakan dengan mengingatkan anak-anak agar jangan terjerumus," jelasnya.

Kapolres Kebumen, AKBP Titi Hastuti mengatakan pihaknya tidak ingin mengungkit 'luka' lama terkait pernah adanya indikasi pergerakan teror di wilayahnya. Saat ini, ia dan jajarannya memilih fokus bagaimana menangkal gerakan radikal di tengah masyarakat.

Dalam hal ini, peran Bhabinkamtibmas yang ada di tiap desa dioptimalkan. "Bhabinkamtibmas yang turun langsung ke lapangan menemui masyarakat, sambang dan menemui tokoh-tokoh yang dianggap beraliran keras kita coba dekati," jelasnya.

Dengan demikian diharapkan warga di dusun-dusun bisa memahami apa itu radikalisme dan bisa menangkal diri mereka tidak terpengaruh ajaran-ajaran tersebut.(mdk/rzk)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.