Cerita tragis, bayi dilakban dibuang di plastik & digantung di spion
Bayi mungil itu ditemukan dalam kresek tergantung pada spion mobil jenis Chevrolet milik warga. Mulut bayi juga dilakban
Kasus pembuangan bayi lagi-lagi membuat geger warga. Kali ini warga Jalan Manyar Tirto Asri 11, Surabaya, Jawa Timur, geger pada Kamis (16/4) pagi digegerkan dengan penemuan sesosok bayi perempuan dalam kantung plastik hitam.. Warga Jalan Manyar Tirto Asri 11, Surabaya, Jawa Timur, geger pada Kamis (16/4) pagi. Sesosok bayi perempuan dalam kantung plastik hitam ditemukan warga setempat tergantung di spion mobil jenis Chevrolet milik warga. Untungnya, nyawa bayi masih diselamatkan. Warsi juga mengaku, tubuh bayi tersebut masih melekat banyak darah. Kemungkinan bayi malang itu baru dilahirkan kemudian dibuang oleh orangtuanya. Sementara menurut keterangan perawat di RS Haji, saat dibawa ke rumah sakit, bayi tersebut sudah dalam kondisi membiru, karena pengaruh hawa dingin. Sebelum ditemukan Warsi, bayi tersebut juga tersiram air hujan malam tadi. Bidan RS Haji Sukolilo Diah Kartika juga mengatakan, tali pusar bayi yang ditemukan warga tergantung di spion mobil Chevrolet itu terus mengeluarkan darah segar. Hal ini karena tali pusarnya dipotong terlalu pendek. Polisi mengaku masih melakukan penyidikan terkait penemuan bayi dalam kantung plastik dengan mulut dilakban. Bayi itu, ditemukan warga Jalan Manyar Tirto Asri 11, Surabaya, Jawa Timur, menggantung di spion mobil Chevrolet, Kamis pagi (16/4).
Bayi mungil itu ditemukan tergantung pada spion mobil jenis Chevrolet milik warga. Untungnya, nyawa bayi masih diselamatkan.
Polisi pun masih mengusut siapa orangtua yang tega membuang bayi yang baru dilahirkannya itu. Polisi pun sudah memeriksa beberapa saksi terkait penemuan bayi malang itu.
Lalu bagaimana kondisi bayi itu sekarang? Benarkah bayi malang itu hasil hubungan gelap? Berikut kisah tragis bayi yang dibuang tersebut:Bayi dalam plastik digantung di spion mobil dikira kucing
Bayi yang diperkirakan masih belum genap satu hari itu, ditemukan Wasri, salah satu warga setempat, sekitar pukul 08.00 WIB.
Wasri mengaku, semula dia mengira kantong plastik yang tergantung di spion mobil itu, berisi kucing.
"Waktu itu, saya mau ke toko sebelah gang untuk beli sesuatu. Terus waktu melintas di ujung gang, saya lihat ada tas kresek tergantung di spion mobil milik warga yang terparkir di pinggir jalan. Saya dengar ada suara di dalamnya, kemudian saya buka. Saya kira kucing, ternyata bayi," terang Warsi di RS Haji Sukolilo, Surabaya.Mulut bayi dilakban beruntung masih hidup
Saat plastik dibuka Warsi, bayi dalam kondisi mulut dilakban. Beruntung bayi itu masih bernapas. Karena lubang hidungnya tidak ikut tertutup lakban.
Oleh warga setempat, bayi tersebut sempat diberi susu formula, karena dalam keadaan menangis tiada henti. Warga kemudian dibawa ke Rumah Sakit (RS) Haji Sukolilo, Surabaya agar mendapat perawatan intensif.Sebelum ditemukan warga, bayi diguyur hujan di dalam plastik
Menurut keterangan Bidan RS Haji Sukolilo, Diah Kartika, saat dibawa warga ke rumah sakit, bayi tersebut dalam kondisi membiru.
"Itu (tubuh membiru) karena hawa dingin. Terlebih lagi turun hujan malam tadi. Saat ini, bayi itu sudah mendapat penanganan intensif," kata Diah di RS Haji Sukolilo.Bayi mengelurkan darah terus karena tali pusar dipotong pendek
"Diduga, yang memotong tali pusarnya bukan tenaga medis. Ini bisa dilihat hasil potongannya. Terlalu pendek dan hanya ditutup dengan pembungkus seadanya. Sehingga darahnya terus merembes dari pusarnya," paparnya.
Saat ini, bayi yang diduga belum genap satu hari itu, dirawat di Ruang NICU Gedung Al Aqso, Rumah Sakit (RS) Haji Sukolilo, Surabaya.Tak ada CCTV, polisi kesulitan lacak ibu pembuang bayi
"Bayinya sudah dalam perawatan dokter di Rumah Sakit (Haji) Sukolilo. Kita sudah memeriksa korban (bayi) di rumah sakit. Kita juga memeriksa semua saksi-saksi di TKP," terang Kanit Polsek Sukolilo, AKP Akhyar via telepon selulernya.
Sayangnya, Akhyar belum bisa menyimpulkan siapa pembuang bayi tersebut. "Sampai saat ini kita belum mengetahui siap pembuang bayi tersebut. Di lokasi kejadian juga tidak ada CCTV yang bisa dijadikan petunjuk," katanya.
Bahkan, terkait dugaan apakah bayi tersebut merupakan hasil perselingkuhan atau bukan, sehingga sengaja dibuang orangtuanya, polisi juga tidak ingin berandai-andai. "Kita belum bisa menentukan soal itu. Tapi kita terus melakukan penyidikan," elak dia.