Cerita Soekarno nikahkan pramugari cantik
Pejabat sekarang sedikit-sedikit main pukul kru pesawat dan pramugari. Ini cerita soal kedekatan Soekarno dan pramugari.
Beberapa pejabat disorot karena main pukul saat naik pesawat. Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Daerah Provinsi Bangka-Belitung Zakaria Umarhadi memukul seorang pramugari maskapai penerbangan Sriwijaya Air, Febriyani.
Zakaria merasa tersinggung saat Febriyani memintanya mematikan telepon seluler saat di pesawat. Dia memukul Febriyani dengan gulungan koran. Kasus ini pun ditangani polisi.
Di Manokwari dan Wamena, pejabat setempat memukuli petugas dan kepala bandara karena salah nomor kursi dan ingin terbang saat bandara sudah tutup.
Baru pejabat tingkat daerah saja, sudah mau seenaknya saat naik pesawat.
Ada cerita bagaimana Presiden Soekarno bergaul sangat akrab dengan para kru pesawat Garuda. Walau menjadi orang nomor satu di negeri ini, tak ada cerita Soekarno main pukul pada pilot atau pramugari.
"Waktu itu crew Garuda belum banyak, sehingga Bung Karno (BK) atau kami yang menyertainya merasa dekat satu sama lain," kata ajudan Soekarno , Bambang Widjanarko.
Bambang Widjanarko menuliskan kisah itu dalam buku berjudul: "Sewindu Dekat Bung Karno ", yang diterbitkan Gramedia Pustaka Utama pada 1988. Dia merupakan bekas ajudan Bung Karno selama delapan tahun, mulai 1960 hingga 1967.
"Ada seorang pramugari garuda yang cantik. Suatu hari dia menghadap Bung Karno yang sedang minum kopi di istana. Sebut saja namanya, D," kata Bambang.
D berbicara empat mata dengan Soekarno . Baru setelah itu Soekarno memanggil Bambang, dia menceritakan pembicaraan tadi. Rupanya pramugari itu akan menikah dengan pria pilihan hatinya, seorang perwira ABRI. Sayangnya orang tua gadis itu berada jauh sehingga tidak bisa hadir. D pun meminta Soekarno agar bersedia menjadi wali. Soekarno menerima permintaan itu dengan senang hati.
"Mbang, D ini mau menikah, tapi orang tuanya tidak ada. Dia meminta aku menjadi walinya. Minggu depan kita laksanakan akad nikah di Istana dan malamnya kita adakan pesta sekadarnya di Istana Bogor. Kamu bantu ya Mbang?" kata Soekarno .
Bambang mengingat antara 1961-1965, Soekarno tiga kali menikahkan pasangan seperti ini. Dia mau menjadi wali pengantin wanita. Padahal yang menikah bukan anak pejabat, atau anak orang terkenal. Bukan pula keluarga Soekarno . Mereka rakyat biasa saja.
"Semua ini beliau laksanakan dengan senang hati dan tulus," puji Bambang.
Baca juga:
Kebiasaan mewariskan utang sejak Soekarno hingga SBY
Sejarah dan kisah sesosok wanita misterius di puncak Monas
Semangat Soekarno dalam secangkir kopi tubruk
Kisah heroik para polisi tameng peluru Soekarno