Cerita Siswa SMA Perbatasan RI-Timor Leste Terobos Banjir Menuju Sekolah
Sejumlah siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) di desa Inbate, Kecamatan Bikomi Nilulat, Timor Tengah Utara, harus berjuang melawan arus banjir yang deras agar bisa tiba di sekolah, untuk melakukan kegiatan belajar mengajar walau basah kuyup.
Sejumlah siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) di desa Inbate, Kecamatan Bikomi Nilulat, Timor Tengah Utara, harus berjuang melawan arus banjir yang deras agar bisa tiba di sekolah, untuk melakukan kegiatan belajar mengajar walau basah kuyup.
Usai menyimpan tas berisikan buku pelajaran, para siswa pria yang tiba terlebih dahulu di seberang sungai, kembali menjemput siswa perempuan. Mereka saling membantu agar bisa melewati arus banjir dan tiba di sekolah dengan selamat.
Warga pun ikut membantu evakuasi para siswa ini. Salah satunya yakni, Yakob Tusala, dirinya rela bolak balik di tengah arus banjir yang deras untuk menjemput satu per satu siswa yang masih tertahan di seberang sungai.
Menurut Yakob, setiap musim penghujan tiba mereka harus berjibaku untuk menantang maut, dengan melawan arus sungai yang deras. Selain tidak adanya jembatan penghubung di sungai kering itu, jalan di desa tersebut rusak parah.
"Kondisi banjir seperti ini terjadi setiap tahun dan sudah dari dulu kami alami hal hal seperti ini, sampai akses jalan juga kami kesulitan apalagi di musim hujan seperti ini. Memang kami benar-benar kesulitan untuk langgar," ujarnya, Sabtu (26/1).
Dua desa di wilayah yang berbatasan langsung dengan negara Timor Leste ini terisolir. Warga berharap, pemerintah daerah cepat membangun jembatan karena nyawa mereka sedang terancam ketika ingin berkebun, maupun anak mereka ke sekolah.
"Harapan dari kami sebagai masyarakat, ke depan bisa ada solusi intinya jembatan penghubung, karena kami sulit sekali akses ke kota ketika musim hujan. Saat musim hujan kami lebih mudah akses itu ke Timor Leste, dibanding kota Kefamenanu, itu harapan dan bisa ada solusi karena kami dua desa Nainaban dan Inbate ini memang benar-benar terisolir," harap Yakob.
Baca juga:
Antusias Siswa SMA Negeri 78 Jakarta Ikuti Simulasi Gempa dan Tsunami
Kreatifnya Siswa SD di Jakarta Buat 1.000 Kertas Daur Ulang
Antusias Siswa SMK Hingga MA Rekam Data untuk Bikin e-KTP
Antusiasme Pelajar Ikut Lomba Matematika dengan Metode Gasing
Keceriaan Anak-Anak Saat Pembukaan Rumah Pintar di Lombok Tengah