Cerita saksi melihat Brimob guling-gulingan ditikam usai salat
Cerita saksi melihat Brimob guling-gulingan ditikam usai salat. Pria 24 tahun itu mengaku ada di lokasi kejadian penyerangan yang dilakukan Mulyadi kepada dua anggota brimob. Saat itu dia mengaku ikut Salat Magrib berjamaah dan Salat Isya berjemaah.
Sehari pascakejadian penyerangan di Masjid Falatehan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, seorang petugas Dinas Sosial Jakarta Selatan kembali ke lokasi kejadian. Dia adalah Hafizalam yang ingin mengambil barang tertinggal di loker masjid saat kejadian.
Pria 24 tahun itu mengaku ada di lokasi kejadian penyerangan yang dilakukan Mulyadi kepada dua anggota brimob. Saat itu dia mengaku ikut Salat Magrib berjamaah dan Salat Isya berjemaah.
"Posisi saya diapit dua polisi di saf kedua. Habis salam terdengar orang berantem di kanan belakang saf ketiga. Ada dua polisi jatoh, guling-gulingan. Dia ngeluarin pisau seperti menyayat, di situ dia bilang kalian semua ini kafir," cerita Hafizalam di lokasi, Jakarta, Sabtu (1/7).
Melihat ada keributan tersebut, dia pun langsung ikut berlari keluar bersama dengan jemaah yang lainnya. Tak ada yang dibawanya selain ponsel termasuk alas kaki. Sebab semua barang-barang disimpannya di loker masjid.
Tanpa alas kali Hafizalam berlari ke arah Blok M. Dia juga sempat mendengar adanya tembakan peringatan ke arahnya berlari. Sebab, ternyata pelaku juga berlari ke arah yang sama.
"Saya lari ke arah Blok M eh pelaku juga lari ke arah yang sama. Saya lari terus," kata Dia.
Dia juga mengaku sempat lapor ke petugas kepolisian yang ada di sekitaran Blok M. Setelah merasa aman, dia pun sempat kembali ke masjid untuk mengambil barang-barang yang tertinggal.
Hanya saja saat itu petugas melarangnya masuk ke area masjid. Sehingga malam ini dia baru bisa mengambil topi, rompi dan sepatu yang ada di loker nomor 73.
Pascakejadian, dia pun mengaku tak merasa trauma. Sebab kalau dia merasa trauma berarti menjadi korban teror tersebut.
"Pascakejadian trauma, cuma kalau sekarang sudah enggak. Dia kan dasar dan tujuannya untuk ciptakan teror, kalau kita sampai merasa ada gangguan berarti kita korban juga," kata dia mengakhiri.
Baca juga:
Pelaku penikam dua Brimob di Masjid Falatehan simpatisan ISIS
Penyerangan 2 Brimob di masjid, kakak & teman SMA pelaku diperiksa
Dua anggota Brimob korban penusukan mulai belajar duduk dan jalan
DPR: Deradikalisasi harus massif ke kelompok rentan disusupi teroris
Antisipasi penyerangan, Polisi Riau dan TNI gelar patroli besar
Setelah operasi, kondisi dua Brimob korban penusukan semakin membaik
Dua Brimob korban penusukan selesai jalani bedah plastik