Cerita Sabam Sirait dirayu anak agar nyaleg DPD
Kala itu Sabam sudah berkeyakinan untuk berhenti dan hanya ingin menulis buku.
Politikus Senior PDIP Sabam Sirait awalnya ingin pensiun mengurus negara pada tahun ini. Namun, setelah diskusi dan dirayu oleh anaknya Maruarar Sirait dan ditelepon oleh koleganya Sidarto Danusubroto, dia akhirnya memutuskan kembali mencalonkan diri sebagai anggota DPD RI.
Sabam mengisahkan, kala itu dirinya sudah berkeyakinan untuk berhenti dan hanya ingin menulis buku. Namun suatu ketika, anaknya Maruarar yang juga politisi PDIP itu mendatanginya.
"Saya tidak tahu anak saya siapa yang mengajari. Ada anak saya namanya Maruarar. Jadi dia bilang, sebelumnya saya sudah ngomong sama keluarga, jadi saya pensiun saja, saya menulis aja. Jadi saya mau bikin buku lagi," ujar Sabam dalam sebuah diskusi di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (19/3).
Saat itu, dia dan Maruarar berdiskusi soal negara dan pentingnya Sabam untuk turut andil membangun negara lewat DPD. Dari diskusi itu, Sabam pun masih belum mau nyalon dari DPD dengan beberapa pertimbangan.
"Anak saya bilang, sekarang UU sudah ada yang baru, nanti DPD itu kewenangannya sudah tambah. Katanya DPD yang akan datang sudah tidak lagi hanya mendampingi DPR dan pemerintah. Tapi sudah setara menyusun APBN dan UU khususnya otonomi daerah," tutur dia.
Selain anaknya, Sabam juga mengaku ditelepon oleh rekannya Sidarto yang juga Ketua MPR RI. Di sana, Sabam dirayu bahwa umurnya belum terlalu tua untuk nyalon di DPR.
"Jadi datang lagi telepon Sidarto bilang, engga bisa (kau pensiun), kau belum tua dibandingkan saya. Sidarto nipu juga, dia bilang umurnya 82, ternyata saya cek 79 umurnya. Sidarto bilang dia juga maju. It's oke lah. Saya mendaftar terakhir," kenang Sabam.
Sabam adalah calon anggota DPD RI periode 2014-2019 nomor urut 28. Sabam mewakili daerah pemilihan DKI Jakarta.(mdk/ren)