Cerita Rayyan, Bocah 9 Tahun Asal Lumajang Berkurban Kambing Peliharaannya
Di usianya yang baru sembilan tahun, Rayyan sudah memiliki niat yang jarang dimiliki anak seusianya, berkurban.
Di sebuah desa di Lumajang, Jawa Timur, seorang bocah bernama Rayyan Akbar Ramadhan menunjukkan bahwa semangat berbagi tidak mengenal usia.
Di usianya yang baru sembilan tahun, Rayyan sudah memiliki niat yang jarang dimiliki anak seusianya, berkurban. Tak sekadar wacana, bocah kelas 3 SDIT Ar Rohmah, Kecamatan Yosowilangun, Lumajang ini menyumbangkan satu ekor kambing miliknya sendiri untuk Iduladha tahun ini.
Kambing itu bukan hasil titipan atau warisan. Rayyan telah merawatnya sejak usia lima tahun. Di belakang rumahnya, delapan ekor kambing jadi teman main sekaligus tanggung jawab kecilnya.
Di sela-sela waktu belajar dan sekolah, dia tekun merawat ternaknya, menunjukkan kedewasaan yang jarang dimiliki anak seusianya.
Belajar Berbagi dari Orang Tua
Niat Rayyan muncul dari keinginannya untuk berbagi kebahagiaan dengan warga sekitar, terutama mereka yang kurang mampu. Meski harus merelakan satu ekor kambing dari hasil jerih payahnya, dia merasa bahagia bisa ikut serta dalam ibadah kurban tahun ini.
“Dia ingin berkurban tapi tidak tahu bagaimana caranya. Kemudian saya arahkan untuk diserahkan ke pihak sekolah saja. Jujur saya bangga dengan niat anak sekecil ini mau berkurban,” kata Linda sang Ibu pada Rabu (4/6).
Rayyan menyampaikan keinginan berbagi ini muncul dari ajaran dan kebiasaan orang tuanya. Menurutnya kedua orang tuanya tersebut kerap kali mengajarkan apa artinya berbagi terhadap sesama manusia.
“Kambing saya ada 8. Saya ingin berbagi ke orang-orang dan teman-teman, itu yang diajarkan ayah dan ibu,” ujar Rayyan.
Sementara itu, kambing kurban tersebut kini telah diserahkan ke pihak sekolah, dan rencananya akan disembelih usai pelaksanaan salat Iduladha. Nantinya, daging kurban akan dibagikan kepada masyarakat di sekitar sekolah.