LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Cerita pocong jadi-jadian yang terinspirasi film Suzanna

Banyak anak-anak usia belasan suka bermain-main dengan kostum pocong menirukan Suzanna.

2013-01-06 09:31:00
Pocong Palsu
Advertisement

Meski zaman sudah modern, masih ada saja masyarakat yang mempercayai hal-hal mistis. Tak terkecuali di Indonesia.

Beberapa masyarakat di daerah paham betul ada berapa jenis makhluk halus yang bergentayangan di Indonesia. Ada yang menyebut, kuntilanak, gunderuwo, tuyul, pocong dan masih banyak lagi.

Meski terdengar menakutkan, tak sedikit warga yang menjadikan makhluk halus ini sebagai teman untuk memperoleh kejayaan. Selain untuk hal-hal serius, ada juga beberapa jenis makhluk tak kasat mata yang malah dijadikan permainan untuk menakuti orang-orang, seperti main pocong-pocongan.

Kasus ini pernah terjadi di Surabaya beberapa waktu. Saat itu, ABG bernama Fredo Setioxifano (15), warga Wisma Lidah Kulon, Surabaya, Jawa Timur, coba berbuat iseng dengan menjadi pocong untuk menakut-nakuti pengguna jalan di daerah Brantas Hilir.

Niatnya membuat warga resah memang berhasil. Tapi kesenangan itu tidak bisa berlangsung lama, karena petugas Polsek Wiyung langsung bergerak mengamankannya.

Usut punya usut, aksi pocong jadi-jadian ini, bukan kali pertama terjadi di Surabaya. Sekitar dua tahun lalu, tepatnya 17-23 Juli 2011, di Jalan Kejawan Lor, Kenjeran, seorang nelayan juga diringkus polisi karena iseng jadi pocong.

Tak hanya di dua tempat ini, di daerah Gayungan, Surabaya, si pocong juga keluar sarang. Bahkan, sekitar 30 tahun silam, di daerah Banyurib aksi pocong juga menjadi mainan iseng anak-anak di kampung tersebut, ketika bulan puasa, atau ketika listrik mati selama berjam-jam.

Kemunculan pocong lainnya yang membuat geger juga terjadi di Kedukan, Banyurib, Kidul. Selain itu, hantu pocong juga pernah terlihat di Jalan Putat Jaya dan Lapangan Buk Abang, Banyurip Kidul.

Ide bermain 'pocong' muncul begitu saja. Di era tahun 80-an, ketika film horor versi Suzana booming, banyak anak-anak usia belasan suka bermain-main dengan kostum pocong menirukanSuzanna.

Nah, sangking boomingnya kasus penampakkan pocong di kawasan Jawa Timur, para ABG kemudian menjadikan kegiatan menakuti warga dengan busana pocong sebagai hobi.

Bahkan di Banyurib Lor Gg XI, panggung hiburan perayaan 17 Agustus, sering diselingi cerita kemunculan pocong.

"Kalau malam, lampu sedang mati berjam-jam, anak-anak bikin arak-arakan dengan kostum jelangkung keliling kampung. Dan kalau lagi iseng bikin boneka pocong di ikat di atas pohon jambu," lanjut Sutris.

Namun, permainan iseng itu sudah punah, karena anak-anak jahil di tempat itu banyak yang pindah rumah, bahkan ada yang sudah meninggal. Terlebih lagi, karena pemukiman makin padat, kesan angker di kampung itu juga sudah sirna, dan banyak kaum pendatang.

(mdk/did)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.