Cerita PNS janda cantik tewas setengah bugil di rumahnya
Hingga kini, belum terungkap siapa yang tega menghabisi nyawa Tari.
Pada Rabu (11/3) kemarin, warga Pontianak digegerkan dengan tewasnya janda cantik bernama Tari Arizona (25). Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pengadilan Tinggi Kalimantan Barat ini ditemukan tewas mengenaskan di rumahnya di Jalan Tani Makmur, No 09, Kecamatan Pontianak Selatan. Tari Arizona (25), seorang pegawai negeri sipil ditemukan tewas di ruang tamu rumahnya. Saat ditemukan, janda yang bekerja di Pengadilan Negeri Pontianak, Kalimantan Barat, ini tidak menggunakan baju. Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Pontianak, Komisaris (Pol) Andi Yul menduga pelaku tak cuma mencekik PNS cantik Pengadilan Negeri Pontianak, Kalimantan Barat, Tari Arizona (25). Diduga korban juga dihabisi pelaku dengan cara dipukul. Tari Arizona (25) PNS di Pengadilan Tinggi Kalbar ditemukan tewas mengenaskan dalam kondisi setengah bugil. Janda cantik itu pertama kali ditemukan oleh pamannya di rumahnya. Polda Kalimantan Barat berusaha membongkar kasus Tari Arizona (25), PNS cantik berstatus janda yang ditemukan tewas setengah bugil di ruang tamu rumahnya, Jalan Tani Makmur, Kecamatan Pontianak Selatan. Dugaan awal, Tari dibunuh karyawan cucian motor berinisial R.
Tak ada yang menyangka ibu satu orang anak tersebut harus meregang nyawa dengan cara dibunuh. Sebab, menurut para rekan kerjanya sehari sebelumnya korban masih nampak ceria. Tidak ada tanda-tanda apa pun pada wanita periang itu.
Hingga kini, belum terungkap siapa yang tega menghabisi nyawa Tari. Pihak kepolisian pun masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi. Bagaimana cerita PNS janda cantik tersebut tewas? Berikut kronologisnya:PNS janda ditemukan tewas telanjang dada di ruang tamu
"Korban pertama ditemukan pamannya sekitar pukul 07.24 WIB, dalam keadaan tangan terikat, mulut di lakban, tidak menggunakan baju, di ruang tamu rumah korban, di Jalan Tani Makmur, nomor 09, Kecamatan Pontianak Selatan," kata Kapolda Kalbar Brigjen (Pol) Arief Sulistyanto kepada wartawan seusai meninjau tempat kejadian perkara di Pontianak, Rabu (11/3).
Arief menjelaskan kedatangan paman korban (Jaka) untuk mengecek, karena korban pada hari Selasa malam (10/3) saat ditelepon tidak merespons.
"Begitu Jaka tiba, melihat pintu rumah sudah terbuka, dan melihat korban dalam keadaan terikat dan berlumuran darah, di ruang tamu rumah korban, sehingga Jaka melaporkan kejadian tersebut ke pihak Kepolisian," ungkap Arief.
Kapolda Kalbar menambahkan, dari hasil pengolahan di tempat kejadian perkara (TKP) ditemukan ada tanda-tanda kekerasan di bagian kepada korban, dan kekerasan lainnya di bagian tubuh mayat tersebut.
"Hasil pemeriksaan sementara, ada dua lokasi, yakni lantai atas di kamar ditemukan bercak-bercak darah, dan korban ditemukan di ruang tamu dalam keadaan tangan terikat, serta mulut dilakban," kata Arief.
Saat ini, menurut dia, mayat korban sudah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kalbar untuk dilakukan autopsi.
"Korban diketahui tinggal sendiri, rumah dalam keadaan berantakan. Untuk sementara rumah korban di Jalan Tani Makmur, Kecamatan Pontianak Selatan sudah dipasang garis polisi," ujarnya.Selain dicekik, PNS cantik yang tewas setengah bugil juga dipukul
"Dokter forensik memperkirakan, cekikan dan banyaknya darah yang keluar dari tubuh korban, sama-sama menyebabkan kematian korban. Selain itu, korban juga dipukul dengan benda tumpul di bagian kepala," kata Andi Yul kepada wartawan di Pontianak, Jumat (13/3).
Dia menjelaskan, pihaknya juga telah menemukan sebuah balok kayu yang diduga kuat digunakan pelaku untuk memukul kepala korban.
"Dugaan korban dibunuh dengan cara dicekik dan dipukul dengan benda tumpul juga diperkuat dari keterangan saksi, Munade (46) salah seorang tetangga korban, mengaku mendengar keributan di rumah korban," terangnya.
Terpisah Kapolda Kalbar Brigjen (Pol) Arief Sulistyanto mengatakan kasus tewasnya PNS janda cantik ini masih lidik. "Belum, masih lidik," kata Kapolda Kalbar saat dihubungi merdeka.com.
Jasad korban ditemukan pertama kali oleh pamannya bernama Jaka, yang datang ke rumah Tari untuk mengecek, karena korban pada hari Selasa malam (10/3) saat ditelepon tidak merespons.Sebelum PNS janda cantik tewas, tetangga dengar suara ribut
Sebelum diketahui tewas, salah seorang tetangga korban Munade (46) menyatakan, dirinya mendengar ribut-ribut di rumah korban sekitar pukul 1.30 WIB dini hari, Rabu (11/3).
"Setelah itu saya tidak dengar lagi, karena hari itu hujan turun dengan deras," kata Munade.
Walau demikian, Munade tidak bisa merinci dengan jelas suara ribu-ribut tersebut. "Soalnya, korban biasanya kalau sedang terima telepon juga suka ribut, sehingga tidak heran," katanya, seperti dilansir Antara.
Kasatreskrim Polresta Pontianak Komisaris (Pol) Andi Yul menambahkan hingga saat ini, pihak sudah memeriksa keterangan dari enam saksi, dan belum menemukan motif dari pembunuhan janda beranak satu itu.
Sebelumnya, Rabu (11/3) korban pembunuhan pertama ditemukan oleh pamannya, Jaka sekitar pukul 07.24 WIB, dalam keadaan tangan terikat, mulut di lakban, tidak menggunakan baju, di ruang tamu rumah korban, di Jalan Tani Makmur, No 09, Kecamatan Pontianak Selatan.
Dari hasil pengolahan di tempat kejadian perkara (TKP) ditemukan ada tanda-tanda kekerasan di bagian kepada korban, dan kekerasan lainnya di bagian tubuh mayat tersebut.PNS cantik tewas setengah bugil diduga dibunuh karyawan cuci motor
"Iya (sementara mengarah ke situ), DPO, cuma ini belum dipastikan pelaku. Sementara kita belum menduga (pelaku pembunuhan), tapi kita duga penggelapan kendaraan," kata Dirkrimum Polda Kalbar Kombes Pol Hary Sudwidjanto kepada merdeka.com, Jumat (13/3).
Sebelum ditemukan tewas, Tari pergi mencuci motor di bengkel cucian motor langganannya yang berada tak jauh dari rumahnya. Kebiasaan korban memang tak pernah menunggu dan selalu meninggalkan motor.
"Dari situ si pemilik cucian meminta supaya salah satu karyawan inisial R untuk mengantarkan motor ke rumah Tari," terang Kombes Pol Hary.
Tetapi semenjak mengantarkan motor ke rumah Tari, si R ini tidak pernah kembali. Hingga sekarang polisi masih mencari keberadaan R. Pemuda usia 20 tahunan ini diketahui baru dua bulan bekerja di tempat cucian motor langganan Tari.
Dari rumah korban, polisi juga tidak menemukan keberadaan sepeda motor yang diantar R. "Sementara ini kita mengidentifikasi bahwa ada kendaraan korban yang tidak ditemukan di rumahnya. ini kita masih cari," lanjutnya.
Hingga kini polisi telah memeriksa enam saksi dan menghubungkan keterangan mereka dengan temuan-temuan yang didapat dari TKP. Sedangkan terkait korban yang ditemukan dalam kondisi setengah telanjang, hasil forensik memastikan Tari tidak mengalami tindak kekerasan seksual.
"Dari keterangan dokter forensik, memang tidak ditemukan tanda-tanda mengarah ke perbuatan itu. Terdapat luka robek (di kepala dan badan) duga benda keras yang ujungnya agak tajam," Hary di ujung sambungan telepon.