Cerita Petinggi BIN Diancam Dibunuh Orang-orang Paham Radikal
Menurutnya, server-server orang yang menerornya tidak berada di Indonesia. Sehingga, BIN harus bekerja sama dengan negara lain untuk melakukan pelacakan.
Deputi VII Badan Intelijen Negara (BIN), Wawan Hari Purwanto mengaku kerap diteror orang-orang yang dianggap berpaham radikal. Mereka meneror Wawan melalui labalabi WhatsApp hingga diancam akan dibunuh.
Labalabi WhatsApp adalah sebuah aplikasi yang bisa mengirimkan chat WhatsApp dalam jumlah banyak hanya dalam satu klik saja.
"Akun-akun itu kemarin nama saya di blow up di situ, nomor saya di blow up di situ dan mereka melabalabi saya, saya di labalabi ratusan ribu teror ke saya melalui WhatsApp maupun telepon gelap intinya mau membunuh saya terus menerus," kata Wawan dalam diskusi 'Mencegah Radikalisme dan Terorisme untuk Melahirkan Keharmonisan Sosial' di youtube TV NU, Selasa (30/3).
Meski begitu, Wawan menanggapi teror tersebut dengan santai. Dia justru mengaku menimpali balik si peneror dengan data-data yang ia miliki.
"Cuman saya jawab, bang ngapain bang mau bunuh saya, enggak usah dibunuh nanti mati sendiri, saya jawab santai saja. Beberapa di antaranya saya jawab saya tahu abang ini, namanya ini, ini toh fotonya ini. Saya kirim baru diam," ungkapnya.
Menurutnya, server-server orang yang menerornya tidak berada di Indonesia. Sehingga, BIN harus bekerja sama dengan negara lain untuk melakukan pelacakan.
"Tetapi selalu saya jawab dengan santun meskipun dia (peneror) kasar kasar jawabnya mau bunuh apa, mau apa saya jawab santun akhirnya beberapa di antaranya berbalik omongan seperti ternyata Mas Wawan komunikatif ya," katanya.
"Karena tujuan kami membina dan mengubah mindset, estom. Emosi sikap tingkah laku, opini, dan motivasi," pungkas Wawan.
Baca juga:
BIN: Usia 17-24 Tahun Rentan Terpapar Radikalisme di Media Sosial
Wagub DKI: Pemerintah Punya Peran Penting Tekan Radikalisme Lewat Pendidikan
Kominfo Imbau Masyarakat Waspada Konten Radikalisme di Media Sosial
Ma'ruf Amin Minta MUI Gunakan Pola Pikir Moderat Cegah Radikalisme
Kampanyekan Nilai-nilai Kebhinekaan buat Lawan Intoleransi dan Ujaran Kebencian
BNPT Minta Tokoh Agama Edukasi Masyarakat Tak Mudah Terprovokasi Radikalisme