LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Cerita penjaga warteg di Bekasi duel dengan perampok bercelurit

Agung mengaku tiba-tiba didatangi oleh orang tak dikenal memakai masker. Pria yang belakangan diketahui bernama Muhammad Fadli menuduhnya sebagai anggota gengster Amerika yang pernah mengeroyok.

2018-01-31 15:39:00
Perampokan
Advertisement

Agung Riswandi, tak menyangka pada Selasa dini hari kemarin bakal didatangi perampok. Penjaga warteg orang tuanya ini berada di depan warungnya karena ingin begadang sambil 'berselancar' internet melalui telepon selular.

Ketika waktu menunjukkan pukul 03.00 Wib, kawannya pamit pergi sebentar. Karena itu, dia sendirian duduk santai di depan warteg yang terletak di Jalan Wibawa Mukti, Kelurahan Jatiluhur, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi.

Agung mengaku tiba-tiba didatangi oleh orang tak dikenal memakai masker. Pria yang belakangan diketahui bernama Muhammad Fadli menuduhnya sebagai anggota gengster Amerika yang pernah mengeroyok.

Advertisement

"Saya bingung, enggak tahu apa-apa dituduh," kata Agung di Mapolres Metro Bekasi.

Menurut dia, pelaku lalu merampas telepon yang ada di genggamannya, dan kabur. Merasa jadi korban kejahatan, Agung reflek mengejar pelaku yang masih berusia 19 tahun tersebut.

"Saya tarik kausnya dari belakang, kemudian dia menyabetkan celurit. Saya reflek menangkis," ujar Agung.

Advertisement

Agung mengaku tak mengalami luka bacok sedikit pun. Luka pegal di bahunya karena jatuh ke aspal ketika bergumul dengan pelaku. Di saat itu juga, kawannya dan sejumlah warga berdatangan. Pelaku pun tak berkutik.

"Ada yang menelpon polisi, tidak lama kemudian pelaku dibawa," kata dia.

Agung berani melawan pelaku secara spontan. Soalnya, pria asal Tegal, Jawa Tengah ini mengaku tak mempunyai ilmu bela diri. Atas keberaniannya itu, Polres Metro Bekasi Kota mengganjar sebuah piagam penghargaan.

"Selagi mempunyai kesempatan dan pertimbangan untuk melawan, dilawan saja. Kemudian segera melapor ke polisi," ujar Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Indarto.

Tersangka kini sudah mendekam di sel tahanan Polres Metro Bekasi Kota. Dijerat dengan pasal 365 KUHP tentang perampokan. Ancamannya hukuman penjara selama sembilan tahun. Adapun barang bukti yang disita berupa celurit, dan telepon selular.

Baca juga:
Penjaga warteg di Bekasi duel dengan rampok bersenjata celurit
Jadi korban ganjal mesin ATM, tabungan Rp 65 juta Agung raib
Sepi tarikan, sopir angkot Kutabumi-Kalideres rampok penumpang
Kapolda Sumsel instruksikan tembak mati buronan gembong rampok emas
Perampok sekap dan aniaya sekeluarga di Pemalang, hartanya dikuras Rp 260 juta

(mdk/rhm)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.