Cerita penemuan mayat bocah tanpa mata, hati & jantung
Kondisi mayat tersebut sangat mengenaskan. Beberapa organ dalam tubuhnya hilang diduga diambil sang pembunuh.
Warga Kelurahan Petamanan, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan dibikin geger dengan penemuan mayat bocah perempuan di lingkungan mereka. Bocah tersebut ditemukan membusuk di sebuah kebun pisang yang tak jauh dari permukiman warga. Mayat bocah nahas itu ditemukan pada Jumat (29/4) lalu di area kebun pisang di Kelurahan Petamanan, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan. Warga menemukan mayat tersebut setelah mencium bau busuk yang menyengat dari sekitar lokasi. Penemuan mayat bocah di kebun pisang di Kelurahan Petamanan, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan masih mencuri perhatian warga. Hal ini karena mayat bocah perempuan yang belum diketahui identitasnya itu penuh keganjilan. Kabar penculikan dan pembunuhan kepada anak kecil kini sedang menghantui warga Kota Pasuruan, Jawa Timur. Hal ini setelah ditemukan mayat bocah yang diduga berusia 5-7 tahun dengan kondisi mengenaskan di kebun pisang di Kelurahan Petamanan, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan. Polisi belum bisa memastikan apakah bocah yang ditemukan di kebun pisang adalah Amira Sintya Ramadhani yang hilang diculik. Untuk memastikan hal tersebut polisi melakukan tes DNA kepada orang tua Amira.
Saat ditemukan, Jumat (29/8) lalu kondisi mayat tersebut sangat mengenaskan. Beberapa organ dalam tubuhnya hilang diduga diambil sang pembunuh.
Akibatnya penemuan mayat bocah yang diperkirakan berusia 5-7 tahun ini, warga Pasuruan Kota dibikin geger. Beredar kabar tentang penculikan bocah yang membuat warga cemas.
Lalu bagaimana cerita penemuan mayat bocah yang diketahui beberapa organnya hilang itu? Berikut kisahnya:Ditemukan karena tercium bau busuk
Warga akhir mencari sumber bau dan menemukan mayat yang sudah membusuk dengan kepala terkelupas. Warga lalu melaporkan kasus tersebut ke kantor polisi.
"Kasus ini masih diselidiki, identitas korban juga sedang diselidiki," ujar Petugas Polres Pasuruan Aiptu Agus kepada merdeka.com, Rabu (3/9).Mayat tanpa mata, hati dan jantung
Mayat bocah perempuan yang ditemukan itu tidak memiliki beberapa organ. Oleh si pelaku, beberapa organ bocah tersebut diduga telah diambil.
"Ditemukan dalam kondisi telanjang, mata, hati dan jantung hilang. Kepalanya juga seperti dikupas oleh pelaku sehingga sulit dikenali," ujar Petugas Polres Pasuruan Aiptu Agus kepada merdeka.com, Rabu (3/9).Sebelum penemuan mayat bocah tanpa organ, bocah 5 tahun diculik
Mayat bocah tersebut ditemukan pada Jumat (29/8) lalu oleh warga yang mencium bau busuk di sekitar mereka. Setelah ditelusuri, bau busuk tersebut ternyata mengarah pada sesosok mayat bocah yang kondisinya mengenaskan. Saat ditemukan kepala mayat tersebut terpisah dari badannya. Bukan cuma itu, beberapa organ dalamnya juga hilang.
Sebelum penemuan mayat itu sendiri, warga Pasuruan digegerkan penculikan bocah. Pada 13 Agustus lalu, seorang bocah berusia lima tahun bernama Amira Sintya Ramadhani dilaporkan telah diculik.
Saat itu Amira sedang tidur siang di rumah kakeknya di Jalan Wahidin, Gang 12 RT 2 RW 4, Kelurahan Petamanan, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan. Saat Amira tidur sang nenek sedang berada di dapur dan kakeknya di belakang, namun setelah dilihat, Amira sudah hilang.
Namun polisi belum bisa memastikan apakah mayat bocah yang ditemukan di kebun pisang itu benar adalah Amira. Saat Polres Pasuruan masih melakukan identifikasi.Pastikan mayat bocat Amira, polisi tes DNA
"Sedang kita lakukan tes DNA, tetapi hasilnya belum keluar," ujar Petugas Polres Pasuruan Aiptu Agus.
Kedua orangtua Amira sendiri enggan mengakui jika mayat bocah yang ditemukan dalam kondisi mengenaskan itu putrinya. Mereka masih terpukul dengan kehilangan anaknya.