Cerita nahas enam pekerja tertimba bangunan roboh
Bangunan roboh saat proses pembongkaran berlangsung.
Gedung Heaven di Penjaringan, Jakarta Utara roboh saat sedang dilakukan pembongkaran. Atap gedung yang roboh berada di lantai lima, dan menimpa para pekerja yang sedang berada di lantai empat. Sebuah bangunan di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara, roboh di bagian dalam. Menurut Kapolsek Penjaringan Kompol Bismo Teguh sebelum roboh, gedung memang sedang dalam proses pembongkaran. Sebuah gedung di Jalan Gedong Panjang, Penjaringan Jakarta Utara, roboh pada Sabtu (18/6) siang. Akibatnya, sejumlah orang mengalami luka serius bahkan meninggal dunia. Sebuah bangunan di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara roboh di bagian dalam sekitar pukul 11.00 WIB. Namun, setelah lima jam berlalu, petugas belum juga bisa mengevakuasi dua korban yang terjebak di reruntuhan bangunan tersebut.
Akibat kejadian itu, empat orang terluka dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Atmajaya. Sedangkan dua orang lainnya terjepit di dalam reruntuhan, satu orang dipastikan tewas.
Dinas Pemadam Kebakaran DKI Jakarta dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta langsung menerjunkan tim untuk membantu evakuasi. Dua orang yang terhimpit diupayakan untuk segera dievakuasi, termasuk korban tewas.
Namun, kontur bangunan yang hancur sempat menghambat proses evakuasi. Petugas sampai berjibaku dengan waktu agar korban selamat tetap hidup dengan kondisi luka yang dialaminya.
Proses evakuasi berlangsung selama enam jam lebih sejak pukul 12.00 WIB. Upaya itupun membuahkan hasil, seluruh korban baik yang tewas maupun hidup berhasil diselamatkan.
Berikut rangkuman berita robohnya bangunan di Penjaringan:Mandor tak perhatikan keselamatan pekerja
"Jadi, gedung itu sedang dalam proses pembongkaran oleh para korban, tapi saat sedang dikerjakan, tiba-tiba gedung roboh dan menimpa korban," kata Bismo, saat dikonfirmasi, Jakarta, Sabtu (18/6).
Dia menuturkan, dalam insiden itu ada tiga orang yang berhasil selamat, di antaranya, Hadi, Mimis dan Yanto. Namun, ketiganya mengalami luka ringan.
"Untuk Yanto dia mengalami lecet di wajah, serta kaki diduga patah, sementara dua lainnya tidak apa-apa," ujar dia.
Sedangkan, Herman dan Deden hingga kini masih terjebak reruntuhan. "Kami masih berusaha melakukan evakuasi terhadap korban," pungkasnya.Polisi periksa enam saksi
"Informasi sementara memang ada korban, sampai sekarang masih dicek," kata Kapolres Jakarta Utara Kombes Daniel Bolly Tifauna saat dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu (18/6).
Dari informasi yang didapat, tiga orang dinyatakan meninggal dunia. Lima luka berat dan satu orang masih terjepit reruntuhan.
Namun, Bolly belum bisa memastikan kabar tersebut. Lantaran sejauh ini, anggotanya masih mengevakuasi lokasi robohnya gedung tersebut.Korban terhimpit besi
"Sedang dalam proses evakuasi. Ada dua orang, yang satu masih hidup, yang satu sudah meninggal," kata Kasudin Damkar, Jakarta Utara Setriadi saat dihubungi merdeka.com, Sabtu (18/6).
Setriadi menuturkan, proses evakuasi sejak pukul 12.00 WIB itu belum juga berhasil menyelamatkan korban yang tertimpa reruntuhan. Sebab, posisi keduanya korban berada di sudut bangunan yang runtuh. Diperlukan kehati-hatian dan strategi tertentu untuk bisa menyelamatkan keduanya agar tidak menimbulkan korban lainnya.
"Posisi korban ada di sudut bangunan yang rentan terjadinya reruntuhan susulan. Makanya kita masih belum bisa mengevakuasi korban tersebut. Tapi sudah dipastikan korban selamat karena kita sudah ada komunikasi," terangnya.
Korban selamat bernama Deden (25) itu dikabarkan terhimpit besi di bagian kaki dan badannya tertimpa kayu. Sementara korban meninggal bernama Nanang masih di lokasi yang sama tak jauh dari Deden.