Cerita Muhammad Ali traktir 100 orang Jakarta sarapan di restoran
Ketika datang ke Indonesia, Ali sempat membuat publik gempar. Ini kisahnya.
Petinju legendaris Muhammad Ali pernah bertarung di ring tinju Indonesia. Saat bertandang ke Indonesia, pria yang baru saja meninggal dunia pada Jumat (3/6) malam waktu Amerika Serikat ini menyisakan cerita tersendiri. Pasalnya, dia mentraktir sekitar 100 orang di McDonald's yang tak jauh dari penginapannya, Hotel Hilton.
Diceritakan Direktur Media Sosial Global Village Champions Foundation, Jackie Bigford, dalam blognya pada tahun 2012 lalu bahwa Muhammad Ali sempat mendatangi McDonald's pada suatu pagi. Saat itu, Muhammad Ali datang bersama pendiri Yayasan Global Village, Yank Barry dan beberapa rekan lainnya.
Setibanya di McDonald's, Muhammad Ali dikerumuni massa. Dia kemudian memesan sarapan sambil menanyakan kepada Yank apa yang hendak dipesan. "Apa yang kami mau?"
Yank dan teman lainnya memilih memesan menu yang sama dengan Ali. Dia kembali bertanya "Apakah kau bawa uang banyak?". "Iya," jawab Yank.
Usai mengetahui Yank membawa banyak duit, Ali langsung memanggil kerumunan orang yang sudah mengikutinya. "Sarapan untuk semua". Ada sekitar 100 orang yang saat itu mengikutinya.
Berdasarkan tagihan pesanan, Yank harus membayar lebih dari USD 180, sementara uang yang dibawa Yank hanya USD 130. McDonald's saat itu tidak menerima pembayaran melalui kartu kredit. Bahkan mesin ATM pun belum ada.
"Yank harus mencari bank dan menarik uang USD 50 untuk membayar tagihan. Sementara itu, massa di restoran gembira bisa sarapan dengan 'Yang Terhebat'," tulis Bigford.
Baca juga:
Pemakaman Muhammad Ali pakai tata cara Islam, dihadiri Erdogan
Mengunjungi museum Muhammad Ali di Louisville
Tim basebal AS umumkan kematian Muhammad Ali sebelum publik tahu
Muhammad Ali dukung kemerdekaan Palestina dan benci Zionis
Muhammad Ali pernah selamatkan orang mau lompat bunuh diri
Ini gaya bertarung yang bikin Muhammad Ali melegenda