Cerita mengejutkan soal Puji, pelaku bom bunuh diri di Surabaya
Setelah menikah dengan Dita Upriyanto dia memilih tinggal di Surabaya.
Puji Kuswati, pelaku bom bunuh diri yang menyerang Gereja Kristen Indonesia(GKI) di Surabaya membawa serta anak-anaknya saat melakukan aksi peledakan pada Minggu (13/5) pagi. Dia bahkan melilitkan bom di perut dua anak perempuannya.
Puji sendiri merupakan warga Kecamatan Muncar, Banyuwangi, Jawa Timur. Namun setelah menikah dengan Dita Upriyanto dia memilih tinggal di Surabaya. Lalu seperti apa sebenarnya kehidupan Puji sebelum dan sesudah menikah? Berikut rangkumannya:
Anak juragan jamu
Puji Kuswati, ternyata berasal dari keluarga berada. Dia hidup berkecukupan karena ibunya seorang juragan jamu sukses di Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar Banyuwangi.
Bahkan rumah dan kendaraan miliknya dibelikan orangtuanya. "Rumah yang di Surabaya yang membelikan keluarga dari Muncar. Bahkan dibelikan mobil sampai tiga kali dijual. Terakhir dibelikan mobil, supaya tidak dijual BPKB-nya ditaruh di Muncar, itu baru tidak dijual," ujar Kepala Desa Tembokrejo, Sumarto kepada merdeka.com, Senin (18/5).
Dari usia 22 bulan tak bersama orangtua
Orangtua Puji Kuswati berasal dari Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar Banyuwangi. Namun semasa kecil Puji tak tinggal bersama dengan orangtuanya.
Dia tinggal bersama kerabatnya di Magetan. "Orangtuanya, Haji Kusni memang orang Tembokrejo. Dalam usia 22 bulan, dia diambil Bude-nya yang ada di Magetan karena dia tidak punya anak. Jadi kependudukannya bukan warga Banyuwangi," kata Kepala Desa Tembokrejo, Sumarto kepada merdeka.com, Senin
(18/5).
Nikah tak direstui orangtua
Sejak kecil, Puji Kuswati diasuh oleh budenya di Magetan hingga SMA. Dalam perjalanannya, Puji menyampaikan niat untuk menikah dengan Dita Upriyanto asal Surabaya. Namun Puji tidak mendapatkan restu dari orangtuanya yang tinggal di Desa Tembokrejo.
Rusiono perwakilan pihak keluarga mengatakan, mulanya pernikahan Puji tidak direstui karena calon suami Dita Upriyanto dinilai beda terutama dalam hal pemahaman soal keagamaan. "Jadi keluarga kami di Banyuwangi menolak tapi tetap nekat menikah," ujar Rusiono.
Usai nikah jadi pribadi tertutup
Setelah menikah, komunikasi Puji Kuswati dengan keluarganya semakin berjarak. Terakhir, Puji sempat pulang ke Muncar pada Januari 2018 untuk menghadiri pernikahan saudaranya.
Rusiono mengungkapkan pihak keluarga menilai perilaku Puji berubah berubah usai menikah. "Mulai tertutup, semakin jarang bergaul dengan keluarga, jarang pulang," katanya.
(mdk/has)