LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Cerita Megawati tolak diminta mejeng pakai busana milenial

Saat peluncuran atribut dan tagline kampanye milenial, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengatakan dibujuk Sekjen Hasto Kristiyanto, ikut memamerkan beragam busana gaya anak muda. Namun, Mega menolak karena tak masuk golongan milenial.

2018-09-20 18:02:00
Megawati Soekarnoputri
Advertisement

Saat peluncuran atribut dan tagline kampanye milenial, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengatakan dibujuk Sekjen Hasto Kristiyanto, ikut memamerkan beragam busana gaya anak muda. Namun, Mega menolak karena tak masuk golongan milenial.

"Saya bukan milenial, saya kan sudah nenek-nenek, gaya saja mungkin masih anak muda, jadi ya, kamu saja deh yang mejeng," kata Megawati di kantor DPP PDIP, Jakarta Pusat, Kamis (20/9).

Dalam peluncuran atribut, ruang pertemuan kantor DPP disulap menjadi peragaan busana. Beberapa caleg artis seperti Krisdayanti, Kirana Larasati, dan Ian Kasela berlenggak-lenggok memamerkan kaos, jaket bergaya anak muda. Tak kalah Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto bergaya memakai jaket merah dan kacamata hitam.

Advertisement

Megawati, dalam melanjutkan pidatonya terheran-heran mengapa banyak artis yang menjadi caleg dari partai banteng itu. Dia pun mengatakan itulah salah satu fungsi partai politik sebagai wadah pertemuan.

"Perlu ada wadah untuk mengorganisir pertemuan, itu lah saya buat untuk mencerahkan yang namanya PDIP," imbuhnya.

Dia menceritakan, sebagai anak proklamator, tak melulu dicekoki politik sejak kecil. Soekarno, meminta anak-anak untuk berlatih berbagai macam kesenian.

Advertisement

"Anak-anaknya sejak umur 5 tahun, kami ini disuruh menari, disuruh bisa musik, pilihan musik saja mau musik modern apa mau musik tradisional, saya memilih gamelan, mas Guruh memilih moderen, mas Guntur begitu juga, dua adik saya tidak memilih tapi ada yang bisa piano," tutur presiden ke-5 RI itu.

"Kalau diingat sangat mengganggu sekali, harus bisa tari jawa, tari sunda, tari bali, tari sumatera, bayangkan," imbuhnya.

Karena itu, PDIP menerima para artis sebagai calon legislatif. Menurut Mega seniman itu harus berani masuk politik. Sebab, bisa mewakili rakyat di Komisi X DPR RI. Dia melihat banyak anggota komisi X yang tak paham apa yang mereka suarakan.

"Itu yang namanya orang-orang seniman, seniwati kita yang menurut saya harus juga berani untuk masuk politik, karena saya bilang, masih kurang," pungkasnya.

Baca juga:
Cerita Megawati tertarik lagu Meraih Bintang, K-Pop dan Super Junior
Saat Sekjen PDIP dan caleg artis peragaan busana atribut milenial
Ketua DPRD Jambi sebut fraksi PDIP ngotot minta duit ketok palu APBD
PDIP anggap dukungan kepala daerah ke Jokowi bukan hal yang dibuat-buat
Charles Honoris sindir Fadli Zon: Jadi oposisi tak bisa cuma modal nyanyi
Fatmawati Faqih bantah ikut temani Hasmun Hamzah antar Rp 5 M ke DPP PDIP

(mdk/bal)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.