Cerita Mangeat diusir dari kampung karena isu begu ganjang
Sebagian masyarakat Batak masih percaya adanya begu ganjang.
Isu soal begu ganjang nyaris mengambil korban jiwa di Pangkatan, Labuhan Batu, Sumatera Utara terdengar meluas. Kali ini seorang pria tunanetra bernama Mangeat hampir dihakimi massa dan terpaksa pindah dari kampungnya karena dituduh memelihara makhluk halus dan melakukan ritual ilmu hitam. Informasi dihimpun, peristiwa itu bermula dari aktivitas Mangeat yang memantik kecurigaan warga. Laki-laki berusia 55 tahun ini dicurigai sedang melakukan ritual di dekat rumah warga, Senin (21/07) malam. Aktivitas Mangeat pun dikabarkan kepada warga lain. Mereka bersama-sama menyergapnya. Saat disergap, pria tunanetra itu memegang buntalan benang putih. Mangeat nyaris menjadi korban amuk massa oleh warga yang mencurigainya sebagai pemilik begu ganjang. Beruntung dia diselamatkan setelah petugas kepolisian mengamankan dan membawanya ke Pos Polisi Pangkatan. Permintaan warga agar mengusir Mangeat tidak bisa dipenuhi polisi. Hal itu karena tuduhan warga tidak bisa dibuktikan.
Makhluk mistis satu ini hanya dikenal di daerah yang didiami etnis Batak Toba, terutama di Tapanuli Utara (Taput), Sumatera Utara. Namanya begu ganjang yang berarti hantu panjang.
Sebagian masyarakat Batak masih percaya adanya begu ganjang. Keberadaannya kerap menjadi kambing hitam jika ada fenomena yang dianggap aneh, seperti warga jatuh sakit atau meninggal secara mencurigakan.
Lalu bagaimana kasus tersebut bisa terjadi? Berikut kisahnya:Mangeat dituduh memelihara begu ganjang
Warga setempat memang tengah mengkhawatirkan isu begu ganjang di desa mereka. Isu mistis ini merebak setelah sejumlah warga jatuh sakit dan meninggal mendadak.Saat disergap, Mangeat memegang buntalan putih
Mangeat pun tidak bisa menjelaskan alasannya membawa benda itu. Mangeat nyaris dihakimi warga.
Warga curiga aktivitas Mangeat terkait begu ganjang. Warga khawatir dengan begu ganjang yang diyakini bisa membunuh orang dengan cara misterius.Nyaris diamuk massa
Warga tidak membiarkan begitu saja. Mereka meminta agar Mangeat diusir dari desa itu. Warga takut Mangeat membunuh warga dengan mengerahkan begu ganjang.Warga mengusir Mangeat dari desa
"Kami juga minta agar warga tidak mudah terprovokasi," kata Kapolsek Bilah Hilir AKP Heri kepada wartawan, Selasa (22/7).
Meski demikian, Mangeat bersama istrinya tetap tidak kembali ke kediamannya. Keduanya meminta diantar ke kediaman keluarganya di desa lain.
Mangeat takut warga masih marah dan suatu waktu kembali menganiayanya.