LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Cerita lurah kenang keceriaan warga sebelum kecelakaan bus di tanjakan Emen

Lurah sekaligus Ketua rombongan Rapat Anggota Tahunan (RAT), ini mulanya sempat tak ingin mengikuti kegiatan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Permata itu. Namun karena kedekatannya dengan warga akhirnya dia mengikuti kegiatan tersebut bersama sang istri.

2018-02-11 13:26:52
Kecelakaan Bus
Advertisement

Lurah Pisangan, Idrus Asenih Kurnain (53), bersyukur selamat dari tragedi kecelakaan maut rombongan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Permata. Dia hadir saat korban kecelakaan bus yang terjadi di tanjakan Emen, Subang, Jawa Barat, tiba di RSUD Tangerang Selatan, Minggu (11/2).

"Benar-benar saya syok berat. Saya enggak sanggup melihat korban yang tergelatak saat kejadian," kata Idrus, Minggu (11/2).

Advertisement

Lurah sekaligus Ketua rombongan Rapat Anggota Tahunan (RAT), ini mulanya sempat tak ingin mengikuti kegiatan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Permata itu. Namun karena kedekatannya dengan warga akhirnya dia mengikuti kegiatan tersebut bersama sang istri.

"Awalnya memang enggak mau ikut, tapi kan saya dekat sama ibu-ibu, akhirnya enggak enak juga kalau enggak ikut," kata dia.

Idrus tak menyangka keceriaan warga berujung kesedihan mendalam. Dia menceritakan, sebelum kejadian, perjalanan rombongan dipenuhi canda dan tawa.

Advertisement

"Sebelumnya kami itu makan siang, kita bercanda, ngopi-ngopi, terus ingin mandi air hangat di Ciater," katanya.

Saat selesai makan, rombongan bus pertama bergerak ke tujuan pemandian air panas. Namun nahas, musibah menimpa bus yang diisi 51 orang penumpang itu. Idrus dan warga lain yang menumpangi bus ketiga melihat dengan jelas saat bus pertama terguling.

"Sekitat 15 menit keluar tempat makan, kejadian. Saya jelas banget, warga saya yang jadi korban. Kami di dalam bus teriak, ada yang menangis, pingsan, segala macam," kata dia.

Melihat kejadian itu, bus yang ditumpanginya berhenti untuk menolong. "Jujur saya enggak berani membantu, saya enggak sanggup, saya rasa sangat lemas," jelasnya.

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.