Cerita lengkap komunitas RX-King bikin kinclong motor driver GO-JEK
Motor RX-King itu milik Hermanto. Sehari-hari pengemudi GO-JEK itu harus membawa motor bututnya berkeliling mengangkut penumpang maupun mengantar pesanan. Padahal kondisi motornya sudah tidak layak jalan. Maklum saja, motor itu keluaran tahun 1997 atau 20 tahun silam.
Bengkel Pratama Motor, mendadak tenar setelah lakukan restorasi motor Yamaha RX-King milik pengemudi ojek daring (online) dari GO-JEK. Berlokasi di Jalan Pilar I, Kedoya Selatan, Jakarta Barat, bengkel kecil ini memberikan hal besar bagi kehidupan orang lain.
Motor RX-King itu milik Hermanto. Sehari-hari pengemudi GO-JEK itu harus membawa motor bututnya berkeliling mengangkut penumpang maupun mengantar pesanan. Padahal kondisi motornya sudah tidak layak jalan. Maklum saja, motor itu keluaran tahun 1997 atau 20 tahun silam.
Beruntung motor jenis RX-King mempunyai komunitas cukup besar dan solid. Merasa kasihan dengan Hermanto, komunitas bikers tersebut berbondong-bondong memberikan bantuan.
Awalnya ceritanya, ini berasal dari unggahan ulang bengkel Pratama Motor terhadap foto motor tua Hermanto di media sosial. Sebelumnya memang telah diunggah, namun responnya masih minim. Tak menyerah, cara ini terpakai. Banyak masyarakat maupun pecinta RX-King sukarela memberi bantuannya.
"Awalnya kita dapat foto dari salah satu teman komunitas kita yang sudah lebih dulu memposting motor pak Hermanto, namun responnya sedikit makanya kita coba post ulang," ungkap Marali (32), seorang mekanik bengkel Pratama Motor, Senin (5/6).
Marali kebetulan mengobrak-abrik langsung motor milik Hermanto. Sehingga dia mengaku tahu betul seluk-beluk kerusakan pada kendaraan itu. Namun, hanya butuh waktu empat hari, semuanya telah beres.
Menurut dia, sebelum motor RX-King tahun 1997 itu dicari para anggota komunitasnya. Akhirnya pada 19 Mei 2017, motor tersebut didapatkan. Benar saja, keadaan motor itu saat ditemukan dalam kondisi memprihatinkan.
"Kita langsung cek kondisi motor itu di kediaman Pak Hermanto di Taman Ratu Greenvile setelah sebelumnya kita mencari keberadaan beliau dan ternyata kondisi motor tersebut memang tidak layak jalan," ungkapnya.
Dari penuturannya, Pratama Motor beserta tim kemudian menggalangkan bantuan donasi untuk membantu merestorasi motor RX-King tua itu. Penggalangan donasi dimulai pada tanggal 20 Mei hingga 23 Mei 2017, dengan melibatkan komunitas dan pedagang sparepart motor RX-King di seluruh Indonesia.
"Alhamdulillah responnya tidak hanya dari komunitas saja banyak juga komunitas pecinta motor lain yang ikut membantu, karena rata-rata dari kita adalah pedagang sparepart online, jadi lumayan terbantu,"tuturnya.
Restorasi dilakukan tim Pratama Motor dilakukan secara menyeluruh. Hampir 90 persen kondisi motor diperbaiki."Hanya rangka motor saja yang tidak kita ganti karena itu ada nomor rangka dari pabrikan nya,"singkatnya.
Selama restorasi, Marali mengaku, menelan biasa Rp 15 juta hingga Rp 20 juta. Semua dana diambil dari gotong royong sesama para anggota komunitas RX-King. "Namun karena ada yang bantu berupa part dan uang jadi bisa kita tekan menjadi 9 juta untuk merestorasi motor itu," jelasnya.
Marali juga mengatakan bahwa asalan menggratiskan pembiayaan tersebut dari Hermanto atas dasar solidaritas sesama pencinta RX-King."Kita kan cuma ingin membantu, kita ajak teman-teman untuk saling berbagi, dan ternyata banyak dari kami yang masih punya hati, saya bangga akan hal itu,"jelasnya.
Dirinya mengaku hanya prihatin melihat kondisi kondisi motor Hermanto. Padahal dia mengaku juga bukan dari kalangan mampu. Meski begitu, dia dan para rekannya sesama pecinta RX-King, mengaku semua ikhlas dilakukan lantaran rasa solidaritas sesama pecinta motor asal negeri Jepang itu.
"Kalau dari segi ekonomi Pak Hermanto yang saya lihat itu lumayan berkecukupan, kita cuma miris saja melihat kendaraan beliau, takut kalau ada apa-apa saat dia membawa penumpang," terangnya.