Cerita Lengkap 4 Guru di Ogan Ilir Tewas Saat Perahu yang Ditumpangi Terbalik
Polisi mengamankan serang atau pengemudi perahu yang terbalik dan menyebabkan empat guru honorer SMA Nurul Yakin Tanjung Batu, Ogan Ilir, Sumatera Selatan, tewas beberapa hari lalu. Sejauh ini belum ada peningkatan status karena masih proses penyelidikan.
Polisi mengamankan serang atau pengemudi perahu yang terbalik dan menyebabkan empat guru honorer SMA Nurul Yakin Tanjung Batu, Ogan Ilir, Sumatera Selatan, tewas beberapa hari lalu. Sejauh ini belum ada peningkatan status karena masih proses penyelidikan.
Pengemudi adalah seorang laki-laki berinisial ZA yang masih berstatus saksi. Pemeriksaan secara maraton dilakukan penyidik sambil menunggu keterangan saksi korban yang selamat dalam insiden itu.
Dari pengakuan saksi, empat korban bersama delapan rekannya awalnya menyewa perahunya untuk menyeberang dengan tujuan ziarah ke makam salah satu tokoh agama di Ogan Ilir, Said Umar Baginda Sari. Saksi bersedia meminjamkan perahu itu dengan catatan dibawa sendiri oleh rombongan.
Namun, mereka memaksa saksi untuk membawa perahu itu dengan upah Rp50 ribu. Terjadilah kesepakatan antara saksi dan para korban.
Ketika hendak naik perahu, saksi meminta rombongan dibagi dua karena tak mampu menampung banyak penumpang. Lagi-lagi para korban menolak, alasannya tidak asyik jika terpisah dan akhirnya perahu itu berangkat membawa 13 penumpang termasuk saksi ZA.
Di TKP, saksi menghidupkan mesin perahu. Para korban panik sehingga perahu menjadi oleng dan terbalik. Empat korban tewas dan sembilan lainnya selamat, termasuk saksi.
Kasatreskrim Polres Ogan Ilir AKP Malik Fahrin mengungkapkan, kasus ini masih dalam proses penyelidikan untuk mengetahui apakah ada unsur tidak pidana kelalaian atau tidak. Pengemudi perahu masih berstatus saksi dan akan dikembangkan sesuai keterangan saksi lainnya.
"Benar, kasus ini masih proses lidik," ungkap Malik, Kamis (28/5).
Diberitakan sebelumnya, perahu yang mengangkut 12 guru honorer SMA Nurul Yakin Tanjung Batu terbalik di Sungai Penesak Desa Tanjung Atap, Kecamatan Tanjung Baru, Ogan Ilir, Selasa (26/5) siang. Empat korban tewas, dua di antaranya adalah pasangan kekasih.
Mereka adalah Wiwin (30), Rofiko (36), M Azam Purba (30), dan Deti (28). Sementara delapan rekan korban dan pengemudi perahu selamat, beberapa orang diantaranya harus menjalani perawatan di puskesmas setempat.
Dugaan awal polisi, kecelakaan itu karena kelebihan muatan karena perahu itu hanya mampu memuat delapan atau sembilan penumpang, tetapi saat kejadian berisi 12 penumpang.
Baca juga:
Panik Diserang Lawan Saat Tawuran, Pemuda Nekat Melompat ke Sungai
Terseret Arus Saat Berenang di Sungai, Angga Ditemukan pada Kedalaman 5 Meter
Mancing di Sungai, Bocah Asal Boyolali Terpeleset dan Hanyut
Hanyut 3 Km, Bocah 12 Tahun di Medan Ditemukan Tak Bernyawa
4 Hari Hanyut, Seorang Warga Sragen Tinggal di Bantaran Kali Ditemukan Tewas
Tinggal di Tepi Sungai, Warga Sragen Hanyut Diterjang Banjir