Cerita Kosim orangtua pria penerobos Mapolresta Samarinda
Diketahui, pria tak dikenal bertas ransel, menerobos pagar dengan melompati pagar Mapolresta Samarinda, sekitar pukul 09.30 Wita, Sabtu (2/6) pagi. Sempat berteriak takbir, pria itu langsung disergap polisi dan digelandang masuk Polresta untuk diinterogasi.
Andi Kosasih (32), masih diamankan di Mapolresta Samarinda, usai nekat menerobos dengan melompati pagar Polresta, Sabtu (2/6) pagi. Bagi Kosim, ayah kandung Andi, perilaku anak pertamanya itu, dua hari ini memang terlihat seperti orang linglung.
Dini hari ini, merdeka.com mencoba menelusuri rumah tinggal Andi Kosasih, di Jalan Gerilya RT 48 Kelurahan Sungai Pinang Dalam. Rumah bangsal kontrakan yang dihuni Andi, bersama kedua orangtuanya itu terlihat sangat sederhana.
"Ya saya kaget. Kok tiba-tiba ada di kantor polisi. Ibunya juga nangis," kata Kosim Sukandar (61), mengawali perbincangan bersama merdeka.com, dini hari ini.
Kosim menerima kabar anaknya diamankan di Polresta Samarinda, Sabtu (2/6) sore kemarin, sekitar pukul 16.00 Wita. Dia pun bergegas mendatangi Polresta dan baru pulang 5 jam kemudian.
"Sabtu pagi tadi anak saya masuk Polres nyerobot saja, masuk halaman kantor polisi ucap takbir, sambil menaruh tas. Khawatirnya teroris," ujar Kosim.
Terkait itu, Andi pun diamankan, dan isi dua tasnya dibongkar yang ternyata berisikan peralatan tukang gorden. "Anak saya memang sama saya kerja gorden, kebetulan dapat job di hotel dekat Polres. Jadi anak saya itu pagi tadi jalan kaki ke Polres," terang Kosim.
Andi, menurut Kosim, memang pergi meninggalkan rumah, sejak Jumat (1/6) sore disebabkan job pemasangan gorden di hotel. Semalaman, Andi tidak pulang. "Dia memang terlihat seperti orang linglung. Kalau di rumah main laptop saja, terus begitaran di Tepian Mahakam," ungkap Kosim yang tinggal mengontrak sejak tahun 2004.
Keseharian Andi juga, tidak terlihat bergelagat aneh. Dia lebih sering berada di dalam kamar tidur bermain laptop. Sebab, kondisi linglung dan kerap bicara sendiri itu, memang baru saja terjadi. "Itu tadi, baru-baru saja kok linglungnya, agak meracau, sering ngomong ngelantur," sebut Kosim.
"Jadi tadi dibilang polisi, anak saya itu katanya dituduh pecahkan piring di hotel itu, dan datang ke kantor polisi teriak takbir. Ya saya kaget saja," terang Kosim.
Meski begitu, Kosim yakin putranya itu tidak terkait teroris. Meski memang, dia tidak tahu apa saja yang dilihat putranya, selama berada di dalam kamar, bermain laptop. "Saya yakin anak saya tidak ikut macam-macam," jelasnya.
Tadi pun saat bertemu putranya di Polresta Samarinda, lanjut Kosim, putranya kembali sadar dan menitip pesan buat ibunya. "Dia bilang ke saya, dia tidak apa-apa. Bilang ke ibu, Andi baik-baik saja," terang Kosim lagi.
Dari keterangan polisi, rencanananya Andi akan dipulangkan hari ini, meski tidak diketahui waktu pemulangannya. "Rencananya (diamankan di Polresta Samarinda) sampai Minggu hari ini. Yang jelas tadi ketemu saya, kondisinya sadar dan normal lagi. Cuma tadi ada lecet di lehernya. Sekali lagi saya yakin anak saya itu tidak terlibat macam-macam," demikian Kosim.
Diketahui, pria tak dikenal bertas ransel, menerobos pagar dengan melompati pagar Mapolresta Samarinda, sekitar pukul 09.30 Wita, Sabtu (2/6) pagi. Sempat berteriak takbir, pria itu langsung disergap polisi dan digelandang masuk Polresta untuk diinterogasi. Bahkan, untuk memastikan isi tas AK, Gegana Brimob sempat memeriksa isi tas itu.
(mdk/ded)