Cerita Kapolda Riau ikut padamkan api di lahan sawit meski berpuasa
Hingga malam ini, Supriyanto masih di lokasi kebakaran hutan memantau proses pemadaman api berkobar sejak 2 hari lalu.
Titik api di perkebunan sawit Desa Putat kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir, terus meluas. Hingga saat ini terpantau 48 titik api di lahan seluas 20 hektare tersebut.
Sejak dua hari lalu, puluhan anggota Brimob dari Detasemen B dibantu personel Polres Pelalawan berusaha memadamkan api hingga hari ini. Bahkan, Kapolda Riau Brigjen Pol Supriyanto ikut memantau proses pemadaman sambil berbuka puasa di lokasi kebakaran itu.
"Buka (puasa) dengan aqua dan permen jahe saja sudah cukup. Menjelang magrib, nasi bungkus datang," ujar Brigjen Supriyanto saat berbincang dengan merdeka.com di lokasi kebakaran, Senin (15/8).
Supriyanto mengatakan, untuk proses pemadaman diterjunkan satu kompi polisi dari Dalmas Polres Rokan Hilir, 2 satuan setingkat pleton, sebanyak 50 orang dari Mako Brimob Detasemen B, dan 20 anggota TNI AD.
"Kebakaran di kecamatan Tanah Putih sudah terjadi sejak dua hari lalu. Anggota kita masih berusaha memadamkan api. Malam ini kita lanjutkan lagi pemadaman-nya, pantang pulang sebelum padam," kata Supriyanto.
Menurut Supriyanto, api berkobar karena kebun sawit milik masyarakat berkarakteristik gambut. Polisi masih belum mengetahui siapa pelaku pembakaran lahan di lokasi tersebut.
"Saya sudah pantau di kecamatan Tanah Putih, ada sekitar 20 hektar kebun masyarakat. Rata-rata yang terbakar kebun sawit pada posisi buah pasir. Sangat disayangkan, sudah saatnya mau panen malah terbakar," ucap Supriyanto.
Hingga malam ini, Supriyanto masih berada di lokasi kebakaran hutan dan lahan didampingi Kabid Humas Polda Riau, AKBP Guntur Aryo Tejo, Kasat Brimob Polda Riau Kombes Pradah Pinunjul, Kapolres Rokan Hilir AKBP Posma Lubis, Komandan Kompi Detasemen B AKBP Laode Proyek, Kasubdit IV Tipidter Ditreskrimsus AKBP Hariwiawan Harun.
"Lahan kebun sawit di sini banyak yang semak, sengketa antar masyarakat. Karena di sini banyak sekali lahan bermasalah. Dominan itu yang menjadi penyebab terjadinya kebakaran lahan, dan ini yang masih diselidiki karena tidak ada yang mengaku siapa pemilik lahan," ucap Supriyanto.
Baca juga:
20 Hektare kebun sawit terbakar, puluhan Brimob masih padamkan api
Bakar hutan bikin lahan baru, 6 petani asal Sumsel ditangkap
Kelompok tani dikerahkan antisipasi kebakaran hutan & lahan
159 Titik panas, kabut asap mulai kepung Kalimantan Barat
Kasus karhutla 2016, polisi ditetapkan 134 orang tersangka
Ini alasan Menhut kalah dalam kasus gugatan kebakaran hutan
Begini cara AS latih pasukan khusus untuk padamkan kebakaran hutan