Cerita Jokowi umrah di hari tenang
Jokowi juga menjadi rebutan warga negara lain yang sedang beribadah umrah.
Selesai kampanye Pemilu Presiden (Pilpres) 2014, capres Joko Widodo (Jokowi) bertolak ke Tanah Suci Makkah untuk beribadah umrah. Jokowi akan menjalankan haji kecil selama tiga hari, terhitung Minggu (6/7) hingga Selasa (8/7). Pesona Jokowi tak hanya di dalam negeri. Ke mana pun Jokowi berada tak luput dari 'incaran' warga Indonesia yang ada di Arab Saudi, untuk sekadar berjabat tangan, berfoto ria dan menyampaikan dukungan untuk capres yang satu ini. Tak cuma jemaah umrah asal Indonesia yang berebut salaman dan foto dengan Jokowi. Banyak WNA selain Indonesia yang kebetulan juga umrah berebut kesempatan foto bersama Jokowi. Di sela ibadah umrah di Makkah, Jokowi bertemu dengan Guru Besar Darul Hadits Masjidil Haram, Syekh Abu Muaz Kamal Makmun di hotel tempat Jokowi dan rombongan beristirahat. Juru bicara capres Jokowi, Khofifah Indar Parawansa menilai ada tiga cerita nabi yang menjadi inspirasi Jokowi melakukan ibadah umrah. Dia menganggap kisah-kisah nabi tersebut bisa menjadi hikmah dan pelajaran bagi Jokowi selanjutnya.
Awalnya, Jokowi enggan menjelaskan agendanya saat memasuki masa tenang pilpres. Informasi Jokowi umrah diperoleh dari salah satu timsesnya.
"Pak Jokowi sendiri umrah 6 sampai 8 Juli, besok berangkat jam 11," kata Andi Wijayanto kepada wartawan, Sabtu (5/7).
Jokowi tidak umrah sendirian, dia didampingi istrinya Iriana Ngadijo dan kedua anaknya Gibran Rakabuming Raka serta Kahiyang Ayu.
Selain itu, Jokowi juga ditemani oleh Quraish Shihab, mantan Ketua PBNU Achmad Hasyim Muzadi, Ketua Rombongan Ibadah Usamah Hisyam Yahya. Selain itu, beberapa rekan seperti Akbar Faizal, Marwan Jafar, Ahmad Basarah, dan Indra Iwan Piliang.
Berikut cerita saat Jokowi umrah di Tanah Suci:Jokowi dikejar-kejar WNI di Makkah
Setiap Jokowi sedang sejenak melepas lelah atau sekadar minum di hotel tempatnya transit, bisa dipastikan ada simpatisannya yang menghampirinya. Namun Jokowi tetap melayani warga Indonesia.
Jokowi dan rombongan melakukan perjalanan ke Mekkah menggunakan bus. Rombongan ini kemudian memasuki kota Mekkah, pukul 11.20 waktu Arab Saudi. Saat memasuki kota Mekkah, Faisal Mahmud yang bertugas sebagai pimpinan kegiatan ibadah ini membimbing rombongan Jokowi untuk melafalkan doa talbiyah.Jokowi dikawal petugas keamanan Masjidil Haram
Kejadiannya bermula saat Jokowi Selesai Sai, Jokowi melakukan tahalul, dan yang memotong rambut Jokowi saat tahalul adalah KH Hasyim Muzadi. Selesai salat subuh, Jokowi dan rombongan langsung melaksanakan tawaf wada atau tawaf pamitan.
Basarah menggambarkan, halaman depan Masjidil Haram oleh ratusan jamah umrah Indonesia yang ingin bersalaman dan berfoto bersama Jokowi telah mengundang keingin tahuan jemaah umrah dari negara lain. "Namun setelah mereka tahu bahwa yang sedang dikerumuni itu adalah Jokowi capres dari Indonesia, banyak di antara jemaah umrah dari negara lain tersebut yang juga ingin memotret Jokowi. Akhirnya askar-askar di Masjidil Haram pun sibuk ikut mengawal Jokowi," jelasnya.Bertemu guru besar Darul Hadits Masjidil Haram
Dalam keterangan tertulis yang diterima merdeka, Senin (7/7), pada pertemuan itu, Syekh Abu Muaz menyampaikan pesan khusus kepada Jokowi. Syekh berpesan agar Jokowi bisa memimpin Indonesia dengan baik seandainya terpilih.
"Selain itu hubungan baik antara Arab Saudi dan Indonesia dapat berjalan lancar bahkan semakin baik," ujar Syekh Abu Muaz.Jokowi terinspirasi 3 nabi
"Saya menangkap ada tiga riwayat kenabian yang diambil hikmahnya untuk Pak Jokowi. Haji dan umrah merupakan syariat Nabi Ibrahim AS. Itu menjadi sentra umat Islam di seluruh dunia, itu akan menjadi penguat ikhtiar yang dilakukan Jokowi. Mudah-mudahan menjadi titik sentralisasi umat seluruh dunia," kata Khofifah di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta, Minggu (6/7).
Kisah kedua menurut Khofifah adalah tentang syariat Nabi Ismail AS yang berlari di bukit Safa dan Marwah. "Kemudian, kehausan dan ibunya Siti Hajar menghentakkan kaki maka muncul lah air zam-zam yang diminum seluruh umat dunia dan tidak pernah habis."
Terakhir, adalah kisah nabi terakhir Nabi Muhammad SAW, yang sudah dianggap sebagai pemimpin umat terbaik.
"Ketiga, syariat Nabi Muhammad SAW. Nabi Muhammad itu selalu menjadi pemimpin berbagai macam umat. Ini tiga hal yang menjadi penguat beliau (Jokowi) dalam menjalankan umrah," imbuh Khofifah.