Cerita Idham Azis Gemetar Dipanggil Jokowi ke Istana
Kapolri Jenderal Idham Azis mengaku tidak pernah menyangka dipercaya menjabat jadi orang nomor satu di Polri. Idham pun menceritakan detik-detik dipanggil menghadap Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Kapolri Jenderal Idham Azis mengaku tidak pernah menyangka dipercaya menjabat jadi orang nomor satu di Polri. Idham pun menceritakan detik-detik dipanggil menghadap Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Idham mengatakan, ajudan Presiden Jokowi menghubungi untuk segera datang ke Istana. Idham langsung melaporkan ke Tito melalui sambungan telepon.
"Orang pertama yang saya telepon bapak Kapolri. Saya bilang saya nangkap Santoso berbulan-bulan tidak takut. Saya menghadapi teror berbulan-bulan tidak gemetar, itu boleh tanya sama beliau. Tapi pada hari Selasa seperti ini (gemetar)," kata Idham.
Saat itu, Tito memberikan saran untuk segera menemui. "Berangkat itu pimpinan tertinggi kita. Berangkat," kata Idham.
Merasa Sudah Jadi Kartu Mati
Pendek kata, ia bertemu empat mata dengan Presiden. Ia mengaku tidak mempunyai kesempatan untuk memberikan alasan. Waktu itu, Presiden bertanya kapan pensiun.
"Oh ya saya sudah pikirkan tadi malam. Saya putuskan nanti kamu ganti pak Tito," ucap Idham menirukan suara Presiden.
"Saya tidak tahu mau berkata apa, jawabnya pun pelan sekali, baru bilang siap," timpal Idham.
Idham mengaku kaget. Ia sama sekali tidak pernah bermimpi atas Jabatan Kapolri.
"Saya sebenarnya ini kartu mati, kalau ibarat main gaple, saya ini balak kosong. Sudah tidak ada orang yang memimpikan saya jadi Kapolri dan saya tidak tahu jadi Kapolri," ucap dia.
Reporter: Ady Anugrahadi
Sumber: Liputan6.com
(mdk/rnd)