Cerita Habibie dukung PLTN dikembangkan di Indonesia
Habibie juga meyakinkan, penggunaan teknologi Nuklir bisa menghemat keuangan negara karena dayanya kuat, jangka panjang dan hanya membutuhkan sedikit sumber daya, asalkan yang mengolah keamanan serta prosesnya adalah masyarakat Indonesia sendiri.
Mantan presiden BJ Habibie beberapa tahun lalu, dalam pertemuan dengan para ilmuwan yang tergabung di Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) mengatakan, teknologi Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) sudah tepat digunakan untuk Indonesia pada saat ini. Teknologi nuklir bisa digunakan untuk kebutuhan pasokan listrik di daerah dan bisa lebih hemat anggaran.
"Nuklir sudah tepat untuk listrik, dan saya rasa tidak ada masalah," kata Habibie.
Dia menjelaskan, jika menggunakan tenaga nuklir bisa menghemat anggaran dan aliran listriknya bisa dimaksimalkan pada teknologi transportasi. Habibie juga meyakinkan, penggunaan teknologi Nuklir bisa menghemat keuangan negara karena dayanya kuat, jangka panjang dan hanya membutuhkan sedikit sumber daya, asalkan yang mengolah keamanan serta prosesnya adalah masyarakat Indonesia sendiri.
Dia menjelaskan bahwa rencana untuk memiliki PLTN bukan sebatas harapan, namun menjadi sebuah kebutuhan dalam memenuhi pasokan energi di masa depan. Untuk membangun instalasi reaktor nuklir, tuturnya, dibutuhkan waktu sekitar 10 tahun. Untuk itu diperlukan persiapan yang matang agar dapat berjalan sesuai rencana.
Habibie juga mengatakan masyarakat jangan terlalu khawatir dengan teknologi nuklir karena banyak manfaatnya untuk masyarakat. Menurutnya, yang dibutuhkan dari nuklir adalah listriknya dan kita juga sudah meratifikasi perjanjian internasional untuk tidak membuat bom nuklir.
"Sudah banyak negara maju menggunakan PLTN dan hingga saat ini tidak ada masalah," ujarnya. "Lagipula kita punya Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) yang sudah teruji dan mengawasi penggunaan teknologi nuklir dengan ketat," kata Habibie.(mdk/hhw)