LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Cerita Gubernur Sumsel Lantik Adik hingga Terdakwa Korupsi Hasil Pilkada Serentak

Pelantikan awalnya digelar secara virtual sesuai instruksi Kementerian Dalam Negeri agar tidak menimbulkan kerumunan. Namun, Deru berhasil meyakinkan Menteri Dalam Negeri sehingga pelantikan digelar langsung dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

2021-02-27 01:31:00
Pilkada Sumatera Selatan
Advertisement

Enam pasangan bupati dan wakil bupati hasil pemilihan kepala daerah serentak 2020 resmi dilantik Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, Jumat (26/2). Banyak cerita yang terjadi dalam pelantikan itu.

Pelantikan awalnya digelar secara virtual sesuai instruksi Kementerian Dalam Negeri agar tidak menimbulkan kerumunan. Namun, Deru berhasil meyakinkan Menteri Dalam Negeri sehingga pelantikan digelar langsung dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Dari enam pasangan bupati dan wabup yang dilantik, salah seorang di antaranya adalah adik kandung Herman Deru, yakni Lanosin Hamzah yang dilantik sebagai Bupati Ogan Komering Ulu (OKU) Timur. Pada pilkada tahun lalu, Lanosin bertarung melawan kerabatnya sendiri, yakni saudara ipar Herman Deru, Ruslan Taimi.

Advertisement

Saat bersamaan, Deru juga melantik Panca Wijaya Akbat sebagai Bupati Ogan Ilir. Panca bukan sosok sembarangan di Bumi Sriwijaya karena dia adalah putra Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya. Sebelum bertarung di Pilkada, Mawardi Yahya awalnya juga mengusung anaknya yang lain, yakni Ahmad Wazir Noviadi namun batal maju lantaran terganjal PKPU.

Pada saat itu juga, Deru melantik terdakwa kasus dugaan tindak pidana korupsi, Johan Anuar sebagai Wabup OKU. Johan diizinkan majelis hakim Pengadilan Negeri Tipikor Palembang keluar Rumah Tahanan Pakjo Palembang selama empat jam untuk menghadiri pelantikan secara langsung.

Ketika keluar tahanan, Johan dikawal ketat jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan anggota Brimbo Polda Sumsel. Johan juga mengenakan rompi orange dan tangannya diborgol ketika masuk mobil menuju tempat pelantikan.

Advertisement

Ketika tiba di rumah dinas gubernur sebagai lokasi acara, Johan hanya sendirian. Pasalnya, pasangannya Kuryana Azis sebagau Bupati OKU tak dapat menghadiri langsung lantaran positif Covid-19 dan tengah menjalani isolasi mandiri di rumah sakit.

Kuryana tetap mengikuti proses pelantikan secara virtual. Dia mengucapkan sumpah di atas Alquran didampingi petugas medis.

Tak kalah menariknya, Deru juga melantik Bupati dan Wabup Musi Rawas Ratna Machmud-Suwarti. Mereka menjadi obyek jipratan forografer karena menjadi pasangan perempuan pertama yang menjadi bupati dan wakil bupati di Pulau Sumatera.

Saat sambutan, Deru menyarankan kepada bupati dan wakil bupati yang dilantik agar membina dan menjaga kerukunan dengan legislatif, forum komunikasi pimpinan daerah, anak buah, dan utamanya rukun dengan pasangan. Bagi dia, kerukunan itu penting dalam menjalankan roda pemerintahan.

"Jangan lagi terdengar di Sumsel ini ada pemimpin yang tak akur dengan wakil, bagaimana kita akan membangun jika tak akur. Berikan tugas benar adanya kepada wakil," ujarnya.

Dia juga berpesan agar kepala daerah yang dilantik langsung bekerja dan menyiapkan program pemerintahan. Salah satu prioritasnya adalah menjadi kepala satgas Covid-19 dan fokus mencegah kebakaran hutan dan lahan bagi daerah yang masuk dalam kategori rawan.

"Jadi bupati jangan terlalu banyak di Jakarta. Boleh saja kalau ada urusan keluar dan urusan dinas, tapi jangan berdomisili di Jakarta karena masyarakat butuh pelayanan," kata dia.

Sementara itu, Bupati Musi Rawas Ratna Machmud mengaku bangga sekaligus berat menanggung predikat pasangan perempuan pertama bupati dan wakil bupati di Sumatera. Bersama wakilnya, Suwarti, dia berusaha menjalankan amanah dengan baik demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakatnya.

"Alhamdulilah kami menjadi bupati dan wabup pertama di Sumsel perempuan, bahkan di Sumatera juga itu kami yang pertama," katanya.

Dalam program 100 hari kerja, Ratna akan turun ke setiap desa untuk menyerap aspirasj masyarakat dan merealisasikannya. Hal ini bertujuan untuk mempertajam program sebagaimana visi dan misi saat menjadi calon.

"Prioritas kami pembenahan infrastruktur karena selama ini menjadi keluhan masyarakat. Kemudian menjalankan program-program sesuai janji politik kami saat kampanye," pungkasnya.

(mdk/gil)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.