LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Cerita gelar petir Brigjen Arief & pekikan merdeka di perbatasan

Arief pernah dibuat marah karena tidak ada satupun polisi piket yang menjaga kantor polisi

2015-04-03 06:00:00
Malaysia
Advertisement

Nama Brigjen Pol Arief Sulistyanto belakangan santer di media karena kiprah gemilangnya sebagai Kapolda Kalimantan Barat. Beberapa kali publik dikejutkan dengan terungkapnya kasus besar di tangan dingin mantan Dirtipideksus Bareskrim Mabes Polri itu. Yang teranyar dibekuknya 'untouchable man' Budiono Tan yang buron sejak 2012.

Kinerja Arief bukan hanya mengenai penangkapan Budiono Tan, Arief juga tercatat berhasil menggembok daerah Entikong dari serangan barang-barang ilegal dari Malaysia. Masuknya barang-barang ilegal ke wilayah Indonesia melalui Entikong tak lepas dari penyakit menahun aparat yang mudah tergiur lembaran rupiah.

Tak berapa lama menyandang gelar kapolda, Arief langsung terjun ke perbatasan mencari tahu di mana akar masalah yang terjadi. Arief juga mendekati masyarakat untuk kooperatif dengan polisi dan meneguhkan kecintaan warga terhadap Indonesia.

"Jangan melihat rumput tetangga lebih hijau, namun bangga lah menjadi bangsa Indonesia," kata Arief dikutip dari buku 'Salam Zero Revolusi Mental Mencetak Polisi Profesional Antikorupsi', Kamis (2/4).

Di ujung kunjungannya Arief memekikkan 'merdeka' mengundang gelora cinta warga perbatasan Entikong-Serawak. Selepas kunjungan itu Arief memutuskan untuk memperberat hukuman bagi para penyelundup barang-barang ilegal, termasuk BBM.

"Polda Kalbar di bawah pimpinan Pak Arief melakukan penangkapan penyelundupan BBM. Penerapan pasal pelaku bisnis ilegal tersebut berlapis. Selain dikenai pasal yang diatur UU diterapkan juga pasal UU Tindak Pidana Pencucian Uang."

Bukan hanya berkutat di perbatasan, dia juga rajin mengecek kesiapan anggotanya melayani masyarakat. Ada satu cerita yang membuat dirinya geram sekaligus malu.

"Saat mengecek Polsek Kuala Mandor, Polresta Pontianak, Kapolda tidak menjumpai satu pun anggota yang piket. Aneh dan tidak masuk akal kalau seluruh petugas libur meski itu hari libur," sambung buku karya Spripim Polda Kalbar Sumarni Guntur Rahayu.

Tak mau kejadian itu terulang, lantas Arief pun menginstruksikan agar seluruh anggotanya menerapkan sistem piket ala media yang mengharuskan personel polisi disiplin ketat menggilir piket meskipun hari libur.

Kinerja Arief mendapat banyak respons positif dan penghargaan. Tak pelak karena prestasinya ini dia mendapat gelar kehormatan dari warga Dayak Kayan, yaitu 'Belarek' yang berarti guntur atau petir. Warga Dayak menganggap Arief membuat gentar para pelaku kejahatan dan penyimpangan.(mdk/rep)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.