Cerita di balik mundurnya Lasro Marbun dari Kadisdik DKI Jakarta
Pengunduran diri Lasro disebabkan karena bobroknya sistem birokrasi dan banyaknya 'permainan' di tubuh Disdik DKI.
Lasro Marbun ditunjuk oleh Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo sebagai Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta. Lasro menggantikan Taufik Yudi Mulyanto yang dipindahkan ke Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP).
Lasro dilantik pada Februari 2014 lalu. Namun, baru enam bulan menjabat sebagai Kadisdik DKI, Lasro Marbun meminta pengunduran diri kepada Jokowi dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
Pengunduran diri Lasro disebabkan karena bobroknya sistem birokrasi dan banyaknya 'permainan' di tubuh Disdik DKI Jakarta. Sehingga, diduga Lasro tidak kuat dalam memberantas 'permainan' tersebut dan memilih mengundurkan diri.
"Pak Lasro, dia sudah enggak tahan. Mengalami stres tinggi dan minta pindah," ujar Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (6/8).
Menurut dia, para pegawai yang berada di lingkungan Dinas Pendidikan DKI Jakarta yang membuat Lasro ingin mundur dari jabatannya. Ahok mengatakan Lasro tidak berani menindak anak buahnya.
"Orang jujur memang banyak. Tapi, itu terlalu parah anak buahnya. Loe enggak berani sikat, gue yang sikat. Mending nama saya jelek daripada kamu macam-macam," kata dia.
Ahok menambahkan saat ini orang baik dan jujur tidak akan cukup untuk memperbaiki sistem birokrasi yang ada di Pemprov DKI Jakarta. Apalagi, kata dia, pejabat yang tidak berani menindak bawahannya.
"Orang baik banyak, tapi yang berani enggak banyak. Belum tahu nanti pak Lasro akan ditaruh dimana," jelas dia.
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengaku kaget mendengar rencana pengunduran diri Lasro. Jokowi mengaku dirinya bertemu dengan Lasro untuk melaporkan perkembangan pendidikan di Jakarta. Namun, tidak ada pembicaraan mengenai pengunduran diri.
"Baru saja ketemu kemarin, gak ada ngomong ke saya. Dia (Lasro) baru saja ketemu saat melaporkan progres di Dinas Pendidikan," ungkapnya di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (7/8).
Topik pilihan: Pemprov DKI | Bank DKI
Dia mengungkapkan, Lasro adalah salah satu pejabat Pemprov DKI Jakarta yang jujur. Sebab, pengganti Taufik Yudi Mulyanto ini selalu menyampaikan laporan jika terjadi masalah. Dalam laporan tersebut akan menyampaikan permasalahan yang sesungguhnya, Jokowi mengatakan, kalau baik akan disampaikan baik.
Dengan alasan ini, Jokowi tidak mempercayai jika Lasro ingin mengundurkan diri. "Ketemu saya kemarin siang. Saya gak ngerti alasannya apa, tapi saya gak yakin Pak Lasro mengundurkan diri sebab kemarin happy-happy saja sama saya," jelasnya.
Walaupun selama enam bulan menjabat sebagai Kadisdik DKI, Lasro Marbun mempunyai prestasi yang membuat Jokowi dan Ahok mempertimbangkan pengunduran dirinya tersebut. Prestasinya adalah Lasro menemukan adanya anggaran ganda di Disdik DKI melalui APBD 2014 sebesar Rp 2,4 triliun. Selain itu, Lasro juga bakal memverifikasi ulang penerima dana Kartu Jakarta Pintar (KJP). Pasalnya, banyak data ganda penerima KJP.
Namun, Lasro Marbun mengaku tetap sehat dan segar dalam memimpin Disdik DKI. Walaupun, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan Lasro stres berat dan minta mundur dari jabatannya sebagai Kadisdik DKI.
Lasro yang ditemui di Balai Kota, Jakarta Pusat tengah mendampingi para guru dan kepala sekolah yang berprestasi untuk menemui Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Raut wajah Lasro pun segar dan tidak menunjukkan stres berat dalam memimpin Disdik DKI.
"Saya segar banget, tiap hari segarlah. Kalau aku stres, aku langsung ke RS Grogol atau ke Ancol, ke Taman Mini, atau ke Ragunan," ujar Lasro di Balai Kota, hari ini.