LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Cerita di balik kunjungan Bung Karno ke Kiai Kholil Bangkalan

Ada cerita menarik saat Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf-Puti Guntur berkunjung (sowan) ke Pondok Pesantren Nurul Kholil di Bangkalan, Madura, Sabtu (20/1).

2018-01-25 16:10:00
Pilgub Jatim
Advertisement

Ada cerita menarik saat Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf-Puti Guntur berkunjung (sowan) ke Pondok Pesantren Nurul Kholil di Bangkalan, Madura, Sabtu (20/1).

Keduanya langsung bertemu dengan Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Kholil, KH Zubair Muntasor, merupakan salah satu cucu KH Syaikhona Kholil (Mbah Kholil). Mbah Kholil sendiri dikenal sebagai ulama legendaris di Bangkalan, Madura.

Dalam kesempatan itu, Gus Ipul mengenalkan Puti yang tidak lain cucu dari Sang Proklamator RI Soekarno (Bung Karno). Keduanya juga meminta doa dan restu untuk maju dalam Pemilihan Gubernur pada 27 Juni mendatang.

Advertisement

Puti juga menjelaskan, selain meminta doa, kedatangannya bersama Gus Ipul juga untuk memenuhi janjinya dengan sang ayah, Guntur Soekarnoputra. "Ayah saya berpesan untuk datang dan ziarah ke Pondok Syaikhona Kholil. Karena memang eyang mengidolakan sosok kharismatik dari Mbah Kholil,"jelasnya.

Sementara Kiai Zubari menceritakan, saat kakeknya masih hidup, pernah didatangi oleh Bung Karno. Maksud kedatangan Presiden RI pertama itu untuk meminta doa ke Mbah Kholil agar orang tuanya diberi kesehatan. Lantaran penyakitnya yang lama tak kunjung membaik.

Tentu saat itu, belum ada Jembatan Suramadu, harus menempuh perjalanan menyeberangi Selat Madura dengan kapal. Sesampainya, Bung Karno segera sampaikan perihal yang menimpanya.

Advertisement

"Mbah Kholil akhirnya ambilkan sebotol air, dibacakan doa. Lalu Bung Karno disuruh membawanya dan disuruh membuangkan air itu di tengah-tengah perjalannya melewati lautan," kata Kiai Zubair.

Benar saja, Bung Karno pulang dan melakukan apa yang disuruh oleh Mbah Kholil. Setelah dibuang airnya, ia memperkirakan saat itu jam dua siang. Tiba di rumah, Bung Karno mendapati orang tuanya sudah meninggal.

"Dan beliau diberitahu juga, kalau orang tuanya meninggal jam dua. Berarti, tepat saat Bung Karno membuang air ke laut itu," katanya.

(mdk/paw)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.