Cerita dan tangisan pilot heli yang mendarat darurat di Tangerang
"Alhamdulillah bu, saya masih diberi kesempatan hidup, saya bersyukur sekali," ujar Ade menirukan pilot helikopter, Iptu Rino RD.
Helikopter milik Korlantas Mabes Polri mendarat darurat di kebun warga di Kampung Kawaron Girang RT 03 RW 04 Desa Wanakerta, Kecamatan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang, Senin (20/3). Pilot Iptu Penerbang Rino RD, Co-Pilot Amo Sitompul serta dua penumpang yakni, Brigadir Muni dan Danan diketahui selamat.
Saksi mata, seorang ibu rumah tangga bernama Ade mengatakan para awak heli tersebut langsung sujud syukur dan menangis saat mendarat. Dia mengatakan salah satu kru berlari menuju rumahnya untuk meminta tolong dengan kondisi fisik tampak lemas.
"Salah seorang kru lari kemudian minta tolong ke warga, pinjam balok," kata Ade, Rabu (22/3/2017).
Menjelang magrib, lanjut Ade, tiga orang awak helikopter tersebut berkumpul di rumahnya. "Mereka salat Magrib berjamaah di rumah saya," tambahnya.
Setelah salat Magrib, dikatakan Ade, rumahnya ramai dikunjungi warga. Dia pun menyimak cerita dari para seisi awak helikopter tersebut sampai akhirnya mendarat darurat.
"Alhamdulillah bu, saya masih diberi kesempatan hidup, saya bersyukur sekali," ujar Ade menirukan pilot helikopter, Iptu Rino RD.
Ade mengatakan, karena selamat dari maut, Iptu Rino langsung sujud syukur dengan berlinang air mata. "Saya juga ikut terharu, sampai ikut meneteskan air mata," ujarnya.
Kemudian sekitar pukul 21.00 WIB, Senin (20/3/2017) awak helikopter tersebut berpamitan untuk pulang ke Jakarta.
"Jam sembilan malam mereka berpamitan untuk pulang, setelah ramai dan sudah ada petugas lain yang datang," pungkasnya.
Baca juga:
Mendarat di kebun, helikopter Polri dipindah ke lapangan
Selesai diperbaiki, helikopter yang mendarat darurat kembali terbang
Beri kejutan di pernikahan, wanita ini tewas kecelakaan helikopter
Ini helikopter yang jatuh dan meledak di lereng gunung Italia
Helikopter tabrak menara televisi di Istanbul, 5 orang tewas