Cerita bahagia siswi SMA perankan sosok Nyai Dasima
Nabila mengaku bangga meski sempat grogi di atas panggung sebesar 4x5 meter selama 30 menit.
Mendapat kepercayaan untuk tampil mewakili sekolah di sebuah pertunjukan adalah sebuah kebanggaan bagi siswa. Apalagi sosok yang diperankan adalah tokoh legenda.
Hal itu dialami oleh Nabila (16). Siswi kelas XI SMAN 83, Jakarta Utara, itu didaulat sekolahnya untuk memerankan sosok legenda Budaya Betawi, Nyai Dasima. Nabila mengaku bangga meski sempat grogi di atas panggung sebesar 4x5 meter selama 30 menit.
Nabila yang tampil dengan mengenakan kebaya dan kerudung putih itu berhasil menarik perhatian dan mempesona puluhan orang yang hadir di acara pagelaran drama musikal di Gor Wali Kota Jakarta Utara, Selasa (12/8).
"Apakah Bang Samiun mencintaiku?," ujar Nabila di atas panggung.
Menurut Nabila, sosok Nyai Dasima merupakan wanita yang lembut, santun dan murah senyum. Karena itulah Nyai Dasima disukai oleh masyarakat khususnya pria sekalipun sudah beristri.
"Saya senang bisa menampilkan akting di pagelaran ini. Setidaknya ini bisa dijadikan batu loncatan cita-cita saya ke depan," ujar bocah asal Jakarta itu.
Selain itu, Nabila juga mengaku memiliki hobi berakting sejak menimba ilmu di kelas 3 Sekolah Dasar. Sejak itu dirinya terus mengolah kemampuan aktingnya dengan mengikuti ekstrakurikuler drama teater di sekolahnya.
"Kadang kalau lagi bosan suka main drama di sekolah bersama teman-teman. Yah untuk menghilangkan rasa bosan saja," kata Nabila.
"Kalau bisa ajang drama seperti ini terus dipertahankan, agar siswa-siswi yang memiliki bakat akting bisa menyalurkan hobinya yaitu berakting," kata Nabila.
Sementara itu Kepala Seksi Komunitas Bidang Pemberdayaan Masyarakat Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Rus Suharto mengungkapkan, pergelaran drama musikal ini untuk memberi kesempatan pelajar agar maju di pentas. Menurut Rus, selama ini para siswa hanya belajar kesenian ataupun teater di sekolah saja.
"Tujuan pergelaran drama musikal ini agar mereka memperoleh gambaran tentang seni pertunjukan, sekaligus bisa mengaplikasikan teori ekstrakurikuler drama dan musik yang mereka dapatkan dari sekolah," jelas Rus.
Menurutnya yang menarik dari drama musikal ini adalah dilakukan dengan cara kolaborasi, yakni drama, musik, olah vokal dan tari. Menurut dia, selama ini teater, seni musik, olah vokal dan tari biasanya dipentaskan sendiri-sendiri.
Kegiatan pergelaran kali ini diikuti oleh tiga sekolah di Jakarta Utara yang sebelumnya pernah dilakukan seleksi. Adapun ketiga sekolah itu SD Negeri 01 Pejagalan, SMA Negeri 92 Cilincing Jakarta Utara, SMA Negeri 83 Cilincing Jakarta Utara.
Nyai Dasima merupakan sosok wanita cantik namun tidak bisa hidup melarat. Ia akhirnya menjadi istri simpanan seorang pria berkebangsaan Inggris bernama Edward William, salah satu orang kepercayaan Letnan Gubernur Sir Thomas Stamford Raffles pada zaman pemerintahan Hindia-Belanda.
Nyai Dasima akhirnya pindah ke Batavia. Lokasi cerita terjadi di sekitaran Tangerang dan Batavia pada tahun 1813-1820-an. Karena kecantikan dan kekayaannya, Nyai Dasima menjadi terkenal. Samiun seorang pemuda yang bersemangat ingin memperistrinya, meminta dukun bernama Mak Buyung agar Nyai Dasima menerima cintanya.
Akhirnya Nyai Dasima dinikahi walaupun Samiun sudah memiliki istri bernama Hayati. Namun setelah berhasil dijadikan istri mudanya, Nyai Dasima hanya disia-siakan Samiun. Di akhir cerita, Nyai Dasima mesti meregang nyawa akibat dipukul oleh Bang Pause, pria bertubuh kekar di tengah jalan saat hendak ke rumah.
(mdk/dan)