LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Cerita air gentong di Masjid Sunan Abinawa dipercaya sembuhkan sakit

Air di dalam gentong tak pernah habis meski musim kemarau.

2015-06-22 11:26:41
Masjid
Advertisement

Masjid Jami Sunan Abinawa di Desa Pekuncen, Kecamatan Pegandon, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah merupakan masjid kuno dan tertua di Kendal, Jawa Tengah. Masjid ini menjelang dan selama bulan Ramadan, selalu ramai dikunjungi peziarah dari berbagai kota, terutama setiap malam Jumat Kliwon.

Di dalam masjid ini, juga terdapat gentong peninggalan Sunan Abinawa, yang di dalamnya mengalir air yang tidak pernah kering meski sedang musim kemarau.

Masjid yang terkenal dengan nama Masjid Pekuncen ini berada di atas lahan 400 meter persegi, terletak sekitar 15 kilometer dari pusat Kota Kendal. Nama masjid ini berasal dari pendirinya, bernama Sunan Benawa atau biasa di sebut Sunan Abinowo, sekitar tahun 1400 M.

Bangunan masjid dengan pilar dari kayu ini, berada di perbukitan sehingga warga atau peziarah yang hendak salat harus menaiki tangga halaman masjid.

Masjid ini sudah mengalami sejumlah perbaikan namun bagian yang menjadi di ciri khas masjid tetap dipertahankan seperti mimbar yang digunakan untuk berkhotbah, dan empat pilar besar di tengah bangunan masjid.

Masjid ini memiliki sembilan pintu terbuat dari kayu jati dan terdapat ukiran tulisan arab. Dua pintu berada di sebelah kiri, empat pintu berada di bagian depan dan empat lagi berada di sebelah kanan. Sedangkan di dalam masjid ada empat tiang dan mimbar yang terbuat dari kayu jati dengan ornamen ukiran.

Takmir masjid, Ahmad Fauzan kepada merdeka.com Senin (22/6) mengatakan empat tiang penyangga di tengah bangunan dan mimbar masih utuh sejak masjid pertama didirikan.

"Tidak hanya itu, dua kubah yang berada di atas bangunan juga belum pernah diganti. Plafon yang berada di dalam masjid yang terbuat dari papan jati sudah mengalami perbaikan, bersamaan penambahan teras atau serambi masjid tersebut sekitar 49 tahun yang lalu," tuturnya.

Sedangkan beduk berukuran cukup besar masih utuh, kecuali kulit bedug yang sering mengalami perbaikan karena robek. "Setiap Jumat Kliwon masjid ini masih didatangi peziarah yang datang untuk mengunjungi makam yang ada di samping masjid dan juga belajar mengaji," imbuhnya.

Yang selalu menarik peziarah adalah gentong yang ada di dalam masjid pekuncen. Meski berada di perbukitan, air di dalam gentong yang merupakan peninggalan Sunan Abinawa tidak pernah kering.

"Peziarah biasanya meminta air dari gentong ini karena dipercaya bisa menyembuhkan penyakit dan memberikan barokah bagi yang mempercayainya," pungkasnya.(mdk/bal)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.