Ceramah Eggi Sudjana sebut Presiden bikin rakyat miskin, ini respons istana
Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Moeldoko menyayangkan pernyataan Ketua Dewan Penasihat Persaudaraan Alumni 212 Eggi Sudjana yang menyebut bahwa Presiden bikin rakyat miskin. Apalagi pernyataan itu disampaikan saat ceramah di acara Gerakan Indonesia Salat Subuh (GIS) di Masjid Dzarratul Muthmainnah, Tangerang.
Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Moeldoko menyayangkan pernyataan Ketua Dewan Penasihat Persaudaraan Alumni 212 Eggi Sudjana yang menyebut bahwa Presiden bikin rakyat miskin. Apalagi pernyataan itu disampaikan saat ceramah di acara Gerakan Indonesia Salat Subuh (GIS) di Masjid Dzarratul Muthmainnah, Tangerang Selatan, Minggu 15 April.
"Saya kira kurang tepatlah, kalau di masjid kan tempat syiar agama, menebarkan kesejukan, bukan menebarkan hal-hal yang berbau itu. Jadi bingung masyarakat," kata Moeldoko di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (16/4).
Moeldoko juga mempertanyakan pernyataan Eggi yang menyebut bahwa sumber daya alam (SDA) Indonesia dikuasai oleh pihak asing. Menurut Moeldoko, pernyataan itu tidak logis dan tidak berdasarkan fakta yang ada.
"SDA dikuasai asing kan dari dulu, ngomongnya enggak logis. Ada data-data kita bicara," ucap Moeldoko.
Sebelumnya, Eggi memberikan ceramah soal presiden membuat rakyat semakin miskin lantaran sumber daya alam di Indonesia sudah dikuasai oleh asing. Menurut Eggi, dengan kondisi seperti yang ia sebutkan itu, jangan sampai salah pilih seorang pemimpin.
"Nah kalau presiden buat kita miskin jangan pilih presiden yang nggak bener. Maka ada gerakan 2019 ganti presiden, kalau tidak membuat rakyat sejahtera," ujar Eggi saat memberi tausiah setelah mengikuti GIS berjemaah di Masjid Dzarratul Muthmainnah, Tangerang Selatan, Minggu 15 April 2018.
Reporter: Hanz Salim
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Eggy Sudjana: Yang kita dengar ini Habib Rizieq, bukan alim ulama
Eggi Sudjana cabut permohonan uji materi UU ormas di MK
Kelelahan, Eggie Sudjana masuk RS Jantung Harapan Kita
Dibilang manusia tumbuh-tumbuhan, Eggi Sudjana polisikan Boedi Jarot
Bareskrim periksa 2 pelapor Eggy Sudjana terkait penistaan agama Hindu