Cegah rusuh pada 22 Juli, Polri jaga perbatasan DKI
Polri mengantisipasi adanya kemungkinan pengerahan massa ke Jakarta, saat pengumuman pemenang pilpres.
Polri belum menemukan adanya potensi kerusuhan menyusul pengumuman dari KPU pada 22 Juli mendatang. Kendati begitu, Polri tetap mengantisipasi potensi kerusuhan dengan menempatkan personelnya di sejumlah perbatasan.
"Di Jakarta kami menjaga dua titik dari perbatasan Banten dan Bandung untuk mengantisipasi adanya gerakan massa. Tapi mudah-mudahan tidak ada sehingga keadaannya aman," papar Kapolri Jenderal Pol Sutarman di Rupatama Mabes Polri, Jakarta, Rabu (16/7).
Selain itu untuk menambah kekuatan, bantuan TNI juga disiapkan terlebih jika nanti Polri kerepotan menghadapi kontijensi yang terjadi tiba-tiba.
"Kekuatan cadangan juga sudah kita siapkan back up TNI yang diberikan kepada kita juga siap, termasuk penebalan pasukan di KPU," jelas dia lagi.
Bukan hanya fokus pada pengamanan pengumuman pilpres saja, melainkan juga Polri harus fokus juga pada arus mudik. Untuk memperlancar arus mudik, Polri fokus pada jalur-jalur padat seperti Pantura.
"Kita melakukan pagar betis seluruh jalur Pantura baik jalur utara, tengah dan timur. Kepada Kapolda Jabar bahkan personel kita yang masih sekolah kita kerahkan," sambung dia.(mdk/cob)