Cegah ricuh, kapolri minta seluruh kapolres gelar simulasi pilkada
Simulasi ini diharapkan meminimalisir kekeliruan prosedur pengamanan pilkada.
Polda Metro Jaya menggelar simulasi pengamanan pilkada serentak 9 Desember 2015, di lapangan Ditlantas Polda Metro Jaya, Kamis (13/8) pagi ini. Simulasi tersebut diikuti oleh kapolres seluruh Indonesia.
Kabag Penum Mabes Polri Kombes Pol Suharsono mengatakan, simulasi ini merupakan upaya meminimalisir kekeliruan prosedur. "Meminimalisir kekeliruan prosedur," ujar Suharsono di Polda Metro Jaya, Kamis (13/8)
Suharsono mengatakan, dengan modal simulasi ini nantinya para kapolres juga menggelar simulasi serupa di daerahnya masing-masing. Tidak hanya itu, simulasi ini akan menjadi pelajaran penting bagi kapolres untuk menghadapi adanya kericuhan pada pilkada mendatang.
Mengingat pilkada nanti merupakan pilkada serentak yang baru pertama kali digelar, maka Polri harus mempersiapkan pengamanan dengan maksimal.
Dalam mengamankan, lanjut dia, tentunya punya aturan main tersendiri. Sehingga, diharapkan dengan digelarnya simulasi pilkada serentak ini memberikan contoh dalam penanganan saat di lokasi pilkada.
"Ya ada, tapi proses pengamanannya ada aturan mainnya. Aturan mainnya yang diperagakan," tutup Suharsono.
Acara simulasi pilkada itu dihadiri Kapolri Jederal Badrodin Haiti dan perwira tinggi Polri. Acara tersebut digelar sejak pukul 07-00 WIB hingga pukul 12.00 WIB.
Baca juga:
Polri gelar simulasi pilkada di Polda Metro Jaya
Airin janji gandeng KPK cegah birokrasi korup di Tangsel
Disindir koruptor, Cawali Marmo minta pendukungnya tak ikut membalas
Dikawal ketat polisi, 3 Cawali Kota Semarang debat kebudayaan
PDIP bantah merger dengan Demokrat di Pilkada Surabaya dan Pacitan
Hasto minta kader PDIP militan dukung HBA-Edi di Pilgub Jambi
Pilkada Tasik diundur, Aher siapkan Plt Bupati