Cegah Penyelundupan Orang, Indonesia dan Malaysia Mulai Kerja Sama Penegakan Hukum
Jokowi dan Sabri juga membahas mengenai perbatasan maritim dan darat kedua negara. Sudah saatnya negosiasi mengenai batas maritim dan darat di intensifkan.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai, kasus penyelundupan orang masih marak terjadi. Dia pun sepakat dengan Perdana Menteri Malaysia Ismail Sabri Yaakob untuk mulai mengatasi masalah ini.
"Kita masih melihat maraknya kasus penyelundupan orang oleh karena itu kita sepakat untuk mulai membahas kerja sama penyelundupan orang termasuk di penegakan hukumnya," katanya saat menerima PM Ismail Sabri di Istana Merdeka, Jumat (1/4).
Dia dan Sabri juga membahas mengenai perbatasan maritim dan darat kedua negara. Sudah saatnya negosiasi mengenai batas maritim dan darat di intensifkan.
"Hal lain yang kita bahas kembali dalam pertemuan ini adalah mengenai pentingnya negosiasi batas maritim dan batas darat, dengan sudah mulai dibukanya perbatasan kedua negara maka sudah saatnya negosiasi ini di intensifkan," ucapnya.
Selain itu, Jokowi berharap kerja sama Indonesia-Malaysia berjalan di sektor lain. Seperti kerja sama pertanian maupun manufaktur.
"Saya juga berharap kerja sama serupa dapat dilanjutkan di sektor lain antara lain perladangan, pertanian, manufaktur dan jasa," pungkasnya.
Baca juga:
RI-Malaysia Teken Kerja Sama Perlindungan Pekerja Migran
Jokowi: Selamat Menuaikan Ibadah Puasa, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Mahfud MD: Presiden Jokowi Persilakan Selain Pejabat Buka Puasa Bersama
Menteri Desa Irit Bicara soal Dukungan Apdesi agar Jokowi Tiga Periode
Jokowi Pindahkan Ibu Kota, Rektor Uniba: Tidak Ada Presiden Secepat dan Seberani Ini